Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kisah Desa Banyuanyar: Transformasi Desa Ramah Lingkungan Lewat Pemberdayaan Desa BRILiaN

Ardian Ananto • Minggu, 29 Maret 2026 | 08:16 WIB
Lewat program Desa BRILiaN, Desa Banyuanyar sukses kembangkan wisata edukasi & UMKM mandiri. (BRI)
Lewat program Desa BRILiaN, Desa Banyuanyar sukses kembangkan wisata edukasi & UMKM mandiri. (BRI)

RADARTUBAN– Berawal dari desa dengan keterbatasan potensi, Banyuanyar di Kabupaten Boyolali kini bertransformasi menjadi desa percontohan berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.

Melalui visi "Banyuanyar Green Smart Village", desa ini mengintegrasikan konsep desa pintar ramah lingkungan dengan kekuatan masyarakat lokal.

Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan buah dari model pembangunan pentahelix yang dilakukan secara bertahap. "Dengan moto 'Rumah Besar Kami', proses panjang ini akhirnya berhasil membentuk Kampung UMKM," ungkapnya.

Pilar utama desa ini adalah konsep One Kampung One Product (OKOP). Setiap dusun memiliki identitas unik, mulai dari Kampung Kopi, Kampung Susu, Kampung Madu, hingga Kampung Biofarmaka. Menariknya, seluruh ekosistem—dari bahan baku hingga pengolahan—dikelola langsung oleh warga, bukan pemerintah desa.

Baca Juga: Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp 2.141 Triliun, Bukti Penguatan Digital Banking Korporasi

Keberhasilan ini didukung oleh BUMDes Kampus Kopi Banyuanyar. Direktur BUMDes, Musli, menyebutkan bahwa wisata edukasi berbasis komunitas menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Di Kampung Susu, misalnya, peternak sapi perah kini tak lagi sekadar menjual susu mentah.

Melalui "Omah Susu Koboy", mereka memproduksi susu pasteurisasi, yoghurt, hingga pie susu yang memberikan nilai tambah signifikan.

Semangat kemandirian juga terasa di Kedai Barendo (klaster kopi) dan Klaster Biofarmaka, di mana kelompok ibu-ibu mengolah tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi produk modern.

Akselerasi Banyuanyar semakin nyata berkat program Desa BRILiaN dari BRI.

Dukungan yang diberikan mencakup peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi, pembenahan kemasan (packaging), hingga akses promosi melalui bazar dan expo.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa Desa BRILiaN berfokus pada empat pilar: penguatan BUMDes, digitalisasi, keberlanjutan (sustainability), dan inovasi.

Hingga saat ini, lebih dari 5.200 desa di Indonesia telah mendapatkan pendampingan serupa.

Kisah Banyuanyar adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan inovasi dari akar rumput mampu menciptakan ketangguhan ekonomi desa yang berkelanjutan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#banyuanyar #pentahelix #BRI #Kolaborasi