Harga Bahan Baku Plastik Melejit, Sektor Industri hingga UMKM Terancam Kena Imbas

Jeny Tri Kurnia Putri • Dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 | 08:08 WIB
Pedagang hanya bisa pasrah menghadapi kenaikan harga plastik. (Freepik.com)
Pedagang hanya bisa pasrah menghadapi kenaikan harga plastik. (Freepik.com)

RADARTUBAN - Kabar kurang sedap datang dari industri petrokimia. Dalam beberapa pekan terakhir, harga bahan baku plastik terpantau merangkak naik secara signifikan.

Kondisi ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan Israel yang berdampak langsung pada terhambatnya jalur distribusi logistik di Selat Hormuz.

Gangguan Pasokan Nafta Picu Kenaikan Harga

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengungkapkan bahwa terganggunya jalur logistik tersebut membuat pasokan nafta sebagai bahan baku utama plastik menjadi sangat terbatas.

Baca Juga: Plaspori, Inovasi Paving Plastik Berpori Karya Siswi SMAN1 Tuban yang Juara Tubernova dan Dilirik Perusahaan Multinasional

Bahkan, beberapa pabrik telah menyatakan status force majeure, yang mengakibatkan kelangkaan barang di pasar global maupun domestik.

“Kenaikan ini tidak hanya menyasar sektor kemasan, tapi hampir ke seluruh industri. Mulai dari otomotif, konstruksi, perkakas rumah tangga, hingga tekstil dan farmasi,” ujar Fajar dalam keterangannya.

Lonjakan Harga Signifikan di Pasar Global

Data di lapangan menunjukkan kenaikan harga bahan baku plastik yang semula berada di kisaran 1.100 Dolar per ton, kini telah mendekati angka 1.700 Dolar per ton.

Lonjakan ini diperkirakan masih akan berlanjut dan dampaknya diprediksi bakal lebih terasa nyata pasca Lebaran mendatang.

Fajar menambahkan bahwa hampir semua sektor akan terkena dampak berantai karena industri petrokimia merupakan pendukung utama berbagai lini usaha.

“Jadi semua sektor kena. Di tingkat pedagang, kenaikan harga ini terjadi pada seluruh produk berbahan dasar plastik dan mulai terasa memberatkan,” imbuhnya.

Keluhan Pedagang dan Dampak ke UMKM

Senada dengan hal tersebut, para pelaku usaha mikro dan pedagang plastik di pasar mulai mengeluhkan kondisi ini.

Salah satu pemilik toko plastik mengakui bahwa harga produk jadi telah naik bertahap sejak awal Ramadan hingga menembus angka 20%. Beberapa produk bahkan mengalami kenaikan berkali-kali lipat.

“Lumayan sih kenaikannya, agak berat juga. Cuman ya gimana, karena dagangannya itu, ya tetap saja harus dibeli biar bisa jualan lagi,” keluh salah satu pedagang plastik menyikapi kondisi pasar yang kian mencekik.

Strategi Bertahan di Tengah Kenaikan Harga

Untuk menyiasati situasi ini, para pedagang memilih untuk membatasi pembelian stok dan hanya berbelanja secukupnya guna menghindari kerugian besar jika sewaktu-waktu harga mengalami fluktuasi tajam.

Di sisi lain, produsen kini dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual produk ke konsumen atau melakukan efisiensi ketat, seperti mengurangi ukuran produk atau mengganti material produksi agar lebih hemat biaya.

Prospek Harga Hingga Akhir Tahun

Kondisi harga bahan baku yang tinggi ini diperkirakan akan bertahan setidaknya hingga akhir tahun, bergantung pada situasi geopolitik dunia yang masih belum menentu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
harga bahan baku plastik industri petrokimia UMKM