RADARTUBAN - Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan terkait kabar yang beredar tentang potensi kenaikan BBM subsidi yang direncanakan pada awal April 2026.
Keputusan Akhir Ada di Tangan Presiden
Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mengutamakan kepentingan warga yang kurang mampu dalam merumuskan kebijakan terkait energi tersebut.
Segala keputusan akhir mengenai penyesuaian harga BBM subsidi sepenuhnya berada di bawah kewenangan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Rupiah Tembus 17.001 per Dolar, Ancaman Kenaikan Harga BBM Subsidi Mulai Mengintai
Bahlil yakin bahwa dalam menentukan arah kebijakan ini, Kepala Negara akan bertindak dengan hati nurani demi menjaga kesejahteraan rakyat serta stabilitas bangsa dan negara.
Bahlil berharap kepada masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi terkait langkah yang akan diambil oleh Presiden dalam waktu dekat.
Perbedaan Skema Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi
Di samping itu, Bahlil juga memaparkan pembagian kategori harga BBM yang tertuang dalam regulasi kementerian tahun 2022, di mana terdapat perbedaan skema antara sektor industri dan non-industri.
Untuk jenis bahan bakar kelas atas seperti RON 95 dan RON 98, harganya ditentukan secara dinamis berdasarkan fluktuasi pasar global tanpa adanya campur tangan dari pemerintah.
Bahan bakar jenis tersebut memang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas, sehingga pemerintah tidak memberikan bantuan subsidi pada kategori tersebut.
Penyesuaian harga pada sektor industri akan terus berjalan secara otomatis mengikuti harga pasar, baik adanya pernyataan maupun tanpa adanya pernyataan resmi dari pihak kementerian.
Fokus Pemerintah: Subsidi Tepat Sasaran
Maka dari itu, saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan ketepatan sasaran subsidi agar kebijakan yang diputuskan benar-benar berpihak pada kondisi nyata masyarakat luas.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni