RADARTUBAN — Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya di kancah pendidikan nasional.
Pada seleksi SNBP 2026, jumlah siswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) dari Jatim menjadi yang tertinggi secara nasional, menandai konsistensi kualitas pendidikan yang semakin solid.
Data Dinas Pendidikan menunjukkan, dari 108.122 pendaftar jalur SNBP, sebanyak 29.406 siswa Jawa Timur berhasil diterima di berbagai PTN.
Baca Juga: SNBP: Menghargai Proses, Membuka Masa Depan
Angka ini menempatkan Jatim di peringkat pertama, mengungguli Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Tak hanya jalur umum, dominasi juga terlihat pada peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dari 40.213 pendaftar, sebanyak 8.915 siswa diterima.
Ini menunjukkan akses pendidikan tinggi bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur semakin terbuka lebar.
Konsistensi dan Kerja Kolektif
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Selamat dan sukses untuk putra-putri terbaik Jawa Timur yang lolos PTN melalui jalur SNBP 2026!," ujar Aries.
"Capaian ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan ketekunan yang luar biasa. Teruslah melangkah dengan semangat, mengukir prestasi, dan menjadi generasi unggul kebanggaan Jawa Timur.” lanjut mantan Pj. Walikota Batu itu.
Pernyataan itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya, ada kerja panjang yang melibatkan sekolah, guru, orang tua, hingga kebijakan pendidikan yang terus diperbaiki.
SNBP yang berbasis prestasi akademik dan non-akademik memang menuntut konsistensi sejak awal, bukan sekadar hasil instan.
Akses Pendidikan Semakin Merata
Jika ditarik lebih dalam, keberhasilan jalur KIP-K menjadi indikator penting.
Banyak siswa dari latar belakang ekonomi terbatas kini mampu menembus PTN favorit.
Ini bukan hanya soal angka, melainkan perubahan struktur kesempatan.
Program afirmasi seperti KIP-K terbukti efektif ketika diiringi pembinaan serius di sekolah.
Jawa Timur tampak berhasil menjaga keseimbangan antara kualitas dan pemerataan.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Tingginya jumlah pendaftar juga berarti persaingan semakin ketat.
Masih banyak siswa potensial yang belum tertampung melalui jalur ini.
PR Berikutnya: Kualitas di Bangku Kuliah
Capaian SNBP sejatinya baru garis start. Tantangan berikutnya adalah memastikan para mahasiswa ini mampu bertahan dan berprestasi di perguruan tinggi.
Tanpa kesiapan mental, akademik, dan adaptasi lingkungan, angka kelulusan SNBP bisa kehilangan makna jangka panjang. Di sinilah peran pembinaan lanjutan menjadi krusial.
Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat. Tapi mempertahankan posisi sebagai yang terdepan jelas tidak mudah.
Konsistensi, inovasi, dan pemerataan kualitas pendidikan akan menjadi kunci agar prestasi ini bukan sekadar pencapaian sesaat, melainkan tradisi berkelanjutan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni