RADARTUBAN - Pemerintah memutuskan untuk tidak lagi menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa pada hari libur negara.
Kebijakan ini diterapkan mulai sekarang dengan frekuensi lima hari per minggu, sehingga diprediksi akan menghemat anggaran negara hingga Rp 20 triliun hingga akhir 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pengurangan ini berlaku untuk siswa sekolah yang belajar lima hari seminggu.
Baca Juga: Jamintel Kejagung ke Tuban, Beberkan Cara Melaporkan Ketidakberesan MBG untuk Penerima Manfaat
Pengecualian untuk Daerah 3T
Meski demikian, penyaluran MBG tetap enam hari per minggu di wilayah tertentu.
Daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), NTT, Papua, serta wilayah stunting tinggi seperti beberapa kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mendapat perlakuan khusus.
Dadan menegaskan Di daerah 3T serta daerah seperti NTT dan Papua pasti akan tetap enam hari.
Kebijakan ini memastikan program tetap menjadi prioritas di lokasi rentan tanpa mengubah jumlah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Keputusan ini bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan anggaran di tengah tekanan ekonomi global.
Tidak ada perubahan untuk balita, ibu hamil, dan menyusui, karena program mereka sudah berjalan efektif. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama