RADARTUBAN - Akhir akhir ini media sosial dihebohkan oleh sebuah video ceramah dari Saiful Mujani yang tersebar melalui akun Instagram @leveenia.
Dalam tayangan tersebut, terdapat narasi yang dianggap provokasi untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa baktinya selesai pada tahun 2029.
Pernyataan tersebut menyebabkan munculnya perdebatan sengit di kalangan masyarakat luas.
Rico Marbun, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Media Survei Nasional, merasa prihatin terkait isi video tersebut, apalagi pernyataan itu bersumber dari seorang akademisi bergelar profesor.
Baca Juga: Carmen Hearts2Hearts Hadiri Jamuan Kenegaraan di Blue House, Sambut Presiden Prabowo Subianto
Rico berpendapat bahwa ajakan tersebut menyimpang dari prinsip demokrasi dan dapat memberikan dampak buruk bagi stabilitas serta kerukunan bangsa.
Menurut Rico, seruan untuk menjatuhkan kepala negara di tengah jalan menunjukkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi dan sangat jauh dari kenyataan keinginan rakyat yang sudah memilih lewat jalur resmi pemilu.
Rico juga menjelaskan bahwa jika menilik sisi kinerja, saat ini pemerintah sanggup menunjukkan pencapaian yang cukup signifikan meski harus menghadapi berbagai tekanan internasional akibat situasi geopolitik dunia.
Contoh nyata yang diberikan yaitu pemerintah mampu menjaga stabilitas serta ketersediaan stok bahan pokok di pasar, terutama pada periode setelah Lebaran.
Tidak hanya pangan, keberhasilan dalam mengontrol harga bahan bakar minyak juga menjadi catatan penting bagi pemerintah saat ini.
Rico membandingkan dengan kondisi negara lain yang mengalami lonjakan harga BBM hingga menyentuh angka Rp50 ribu per liter, sedangkan di Indonesia harga BBM subsidi maupun non-subsidi tetap dapat bertahan agar tidak naik secara tajam.
Dalam bidang penegakan hukum dan keamanan, Rico mengapresiasi sikap tegas yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo terhadap segala bentuk kekerasan politik.
Langkah presiden yang mengutuk keras kejadian penyiraman air keras kepada seorang aktivis serta mengategorikannya sebagai aksi terorisme dinilai sebagai bukti nyata ketegasan pemerintah, terutama setelah pelaku berhasil ditahan oleh aparat.
Terkait isu pemberantasan korupsi, Rico menyebutkan bahwa saat ini pemerintahan berkomitmen sangat kuat dalam menangani hal tersebut.
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Begini Pesan yang Disampaikan Presiden Prabowo
Didukung oleh data dari survei Median yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam memberantas korupsi tergolong cukup tinggi.
Rico menambahkan bahwa pandangan positif publik terhadap keseriusan pemerintah dalam menindak koruptor menjadi faktor kunci untuk memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara.
Rico kembali mengingatkan bahwa upaya mengajak publik menjatuhkan presiden di luar aturan konstitusi adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi sistem demokrasi di Indonesia.
Langkah-langkah inkonstitusional tersebut akan menyebabkan ketidakstabilan politik dan kekacauan yang tidak perlu, mengingat sistem pemilu sudah memberikan jalur pergantian kekuasaan yang sah dan terbuka.
Sebagai penutup, Rico menekankan bahwa setiap bentuk kekecewaan seharusnya disampaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Terakhir Rico juga mempertanyakan agenda terselubung dari pihak-pihak yang terus menyuarakan keinginan untuk melengserkan pemimpin negara sebelum waktunya habis. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama