RADARTUBAN– Kondisi Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Waduk Cincin, Papanggo, Tanjung Priok, kian memprihatinkan.
Tumpukan sampah di lokasi tersebut dilaporkan meluber hingga keluar area penampungan dengan ketinggian mencapai 2 meter.
Fenomena "gunung sampah" ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menebar bau busuk yang mengganggu kesehatan warga sekitar.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah didominasi limbah rumah tangga, plastik, hingga barang-barang besar seperti kasur dan kayu yang tidak terolah.
Bahkan, sisa-sisa pembuangan tersebut berserakan hingga ke jalan besar yang mengarah ke gerbang tol Papanggo.
Efek Domino Bantar Gebang
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara mengonfirmasi bahwa kondisi overload ini merupakan dampak berantai atau efek domino dari longsornya TPST Bantar Gebang beberapa waktu lalu.
Akibatnya, pengiriman sampah dari wilayah Jakarta Utara mengalami pembatasan ketat.
"Ini kemungkinan sudah terjadi dalam tiga minggu terakhir. Karena beberapa TPS lain ditutup karena penuh, akhirnya warga dari luar Kecamatan Tanjung Priok pun ikut membuang sampah ke Waduk Cincin," ujar Mardani, petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi untuk mengamankan area.
Sebelumnya, TPS ini hanya menampung sampah dari dua kelurahan.
Namun kini, beban TPS Waduk Cincin membengkak hingga harus menampung kiriman dari tujuh kelurahan, termasuk Warakas, Kebon Bawang, Sunter Agung, dan Sunter Jaya.
Bau Menyengat dan Ancaman Kesehatan
Dampak dari penumpukan ini sangat dirasakan oleh pengguna jalan dan warga. Radius bau tidak sedap dilaporkan mencapai 15 hingga 30 meter dari titik lokasi.
Bahkan, di tengah tumpukan sampah, terlihat beberapa ekor kambing milik warga yang berkeliaran mencari makan, sebuah pemandangan yang dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada kualitas hewan ternak tersebut.
"Kalau ada aduan warga sih sudah pasti ada, karena aroma sampah yang menumpuk ini tertiup angin sehingga masyarakat bisa merasakan aroma yang tidak sedap," imbuh Mardani dalam kutipan wawancara di lokasi.
Program ‘Gempur Sampah’ Jadi Solusi
Pemerintah Kota Jakarta Utara tidak tinggal diam. Program bertajuk "Gempur Sampah" akan segera diterapkan untuk memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkutan.
Petugas di lapangan dikerahkan secara maksimal untuk membersihkan sisa-sisa sampah yang berceceran guna meminimalisir cairan lindi yang memicu bau busuk.
Targetnya, pembersihan total TPS Waduk Cincin ini akan rampung dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan.
Gubernur Jakarta juga telah memberikan instruksi agar sampah diolah terlebih dahulu di tingkat wilayah sebelum dikirim ke Bantar Gebang, guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir yang kini kondisinya sudah kritis.
Untuk sementara, personel Satpol PP disiagakan di gerbang masuk TPS guna memastikan tidak ada lagi oknum atau warga dari luar wilayah Tanjung Priok yang menambah beban sampah di lokasi tersebut sembari menunggu normalisasi pengiriman ke Bantar Gebang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni