RADARTUBAN - Nasib apes menimpa belasan ibu-ibu di kawasan Jalan Kenjeran, Surabaya. Alih-alih mendapatkan stok pangan dengan harga miring, mereka justru gigit jari setelah menjadi korban dugaan penipuan bermodus pre-order (PO) sembako murah.
Tak main-main, total kerugian para korban ditaksir menembus angka Rp 1,5 miliar.
Kasus ini mencuat setelah video amatir yang memperlihatkan kerumunan emak-emak menggeruduk rumah terduga pelaku viral di media sosial. Terduga pelaku diketahui bernama Erika Agustina.
Motif yang dijalankan pelaku tergolong klasik, yakni menawarkan komoditas pangan seperti minyak goreng dan beras dengan harga yang jauh di bawah standar pasar.
Banyak korban yang mengaku percaya lantaran sosok pelaku cukup dikenal di lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun, setelah uang pembayaran disetorkan, barang yang dijanjikan tak kunjung datang hingga melewati batas waktu yang disepakati.
Uang Habis Terputar
Kecurigaan para korban memuncak saat pelaku memberikan pernyataan yang tidak konsisten mengenai pengiriman barang.
Salah satu korban mengungkapkan bahwa pelaku sempat berkomunikasi melalui grup pesan singkat untuk menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa dana para korban telah habis digunakan.
“Habis Lebaran itu saya chat lagi, gimana kok enggak ada kiriman lagi. Dia bikin grup sendiri, minta maaf kalau uangnya itu sudah habis keputar barang,” ujar salah satu korban.
Dilimpahkan ke Polda Jatim
Menyadari telah menjadi korban penipuan, belasan emak-emak tersebut akhirnya menempuh jalur hukum.
Merespons laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan Erika beserta suaminya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Mengingat besarnya nilai kerugian dan jumlah korban yang cukup banyak, penanganan kasus ini kini telah dilimpahkan ke Mapolda Jawa Timur.
Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan adanya korban lain dalam praktik investasi sembako bodong ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni