RADARTUBAN - Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang yang diduga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pegawai lembaga antirasuah. Penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta Barat pada Kamis (9/4) malam.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa dalam operasi tersebut petugas juga menyita barang bukti berupa uang senilai 17.400 dolar Amerika Serikat. Keempat terduga pelaku kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Skandal Suap Perangkat Desa Memanas! KPK Telusuri Aliran Dana Gelap Bupati Pati Nonaktif Sadewo
Budi menjelaskan, para pelaku diduga mengaku sebagai utusan pimpinan KPK yang ditugaskan untuk meminta sejumlah uang kepada anggota DPR RI dengan dalih dapat mengatur penanganan perkara korupsi. Ia juga mengindikasikan bahwa praktik serupa bukan pertama kali dilakukan.
KPK mengingatkan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi tersebut, termasuk tindakan pemerasan dan klaim dapat mengintervensi proses hukum.
Selain itu, masyarakat yang mengetahui adanya praktik serupa diminta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum atau melalui call center KPK di nomor 198 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Budi menegaskan bahwa setiap pegawai KPK yang menjalankan tugas selalu dilengkapi surat penugasan dan identitas resmi.
Ia juga menekankan bahwa pegawai KPK dilarang meminta maupun menerima imbalan dalam bentuk apa pun, serta tidak pernah menjanjikan dapat mengatur perkara.
Lebih lanjut, KPK menegaskan tidak pernah menunjuk pihak eksternal sebagai perwakilan, mitra, konsultan, atau pihak yang bertindak atas nama lembaga.
KPK juga tidak memiliki kantor cabang di daerah dan tidak bekerja sama dengan media yang menggunakan nama serupa.
Seluruh layanan yang diberikan KPK kepada masyarakat, termasuk materi sosialisasi antikorupsi, dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni