RADARTUBAN - Pemerintah menegaskan tidak memiliki rencana untuk menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
meskipun tiga prajurit gugur dan beberapa terluka akibat konflik Israel-Lebanon.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan hal itu saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).
Ia menegaskan Tidak ada rencana untuk menarik pasukan. Evaluasi tetap berlangsung.
Baca Juga: SBY Tak Gentar Tantangan, Desak PBB Selidiki Tragedi Prajurit TNI di Lebanon
Menurut Seskab, komitmen Indonesia menjaga perdamaian dunia tercantum jelas dalam Pembukaan UUD 1945.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga menekankan pentingnya keselamatan prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB tersebut.
Insiden tersebut terjadi di El Add, Lebanon Selatan, pada Jumat (3/4) akibat ledakan yang melukai sejumlah prajurit UNIFIL, termasuk dari Indonesia. Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur, memicu evaluasi menyeluruh dari pemerintah.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan PBB untuk memantau situasi. Keputusan akhir soal keberlanjutan misi akan bergantung pada hasil evaluasi tersebut.
Indonesia dikenal sebagai kontributor aktif pasukan perdamaian PBB, termasuk di Lebanon. Meski ada desakan penarikan dari sebagian kalangan, pemerintah prioritaskan keselamatan personel sambil pertahankan mandat perdamaian. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni