Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Beras Merangkak Naik, Peran Perum Bulog Dipertanyakan

M Robit Bilhaq • Selasa, 14 April 2026 | 08:21 WIB
Kenaikan harga beras dinilai tidak wajar karena stok melimpah. Kemendagri instruksikan Bulog bertindak cepat. (Istimewa)
Kenaikan harga beras dinilai tidak wajar karena stok melimpah. Kemendagri instruksikan Bulog bertindak cepat. (Istimewa)

RADARTUBAN – Dalam pertemuan koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026 Ateng Hartono melaporkan bahwa, berdasarkan informasi dari Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menunjukkan bahwa harga komoditas beras medium mengalami tren peningkatan. 

Data tersebut menunjukkan bahwa pada minggu kedua bulan April 2026, harga beras medium melonjak sebesar 0,22 persen jika dikomparasikan dengan bulan sebelumnya, sehingga nilai rata-ratanya kini berada di angka 14.287 rupiah untuk setiap kilogramnya.

Selain itu, beras kualitas premium juga tidak ikut naik sebesar 0,17 persen pada periode yang sama, dengan harga rata-rata menyentuh level 16.047 rupiah per kilogram. 

Baca Juga: Prabowo Klaim Cadangan Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, secara tegas menginstruksikan kepada pihak Perum Bulog untuk segera mengambil langkah intervensi untuk meredam pergerakan harga, terutama karena kenaikan ini dianggap tidak wajar mengingat ketersediaan stok yang dilaporkan melimpah di lapangan.

Tomsi menyoroti beberapa daerah spesifik yang mengalami lonjakan harga sangat signifikan dan berada jauh di atas harga eceran tertinggi, seperti di Kabupaten Cirebon yang naik lebih dari lima persen. 

Kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi di wilayah terpencil seperti Intan Jaya yang mengalami kenaikan hingga ratusan persen, serta daerah lain seperti Banggai Laut dan Gunung Mas yang juga menunjukkan tren serupa.

Pihak Kemendagri menekankan agar manajemen pusat Bulog melakukan pengawasan ketat terhadap para pimpinan cabang di daerah guna memastikan distribusi stok berjalan efektif dan tidak ada kesan pembiaran terhadap fluktuasi harga yang memberatkan masyarakat. 

Perwakilan dari Perum Bulog Epi Sulandari menyatakan kesiapannya untuk melaporkan instruksi tersebut kepada pimpinan dan segera melakukan koordinasi teknis lebih lanjut.

Pihak Bulog juga mengungkapkan bahwa saat ini mereka menguasai cadangan beras pemerintah dan stok komersial dengan total volume mencapai lebih dari 4,6 juta ton yang telah didistribusikan ke berbagai penjuru tanah air, termasuk ke wilayah perbatasan dan kepulauan. 

Dalam upaya pengadaan domestik tahun 2026, realisasi serapan beras dari petani dalam negeri telah mencapai angka tertinggi dalam kurun waktu enam tahun terakhir dengan jumlah mendekati dua juta ton. 

Pemerintah berharap dengan besarnya cadangan beras medium yang dimiliki, stabilitas harga dapat segera tercapai dan mampu mendorong penurunan harga beras premium di pasaran. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bulog #bps #kemendagri