Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Tutup 13 Pembangkit Diesel demi Hemat 200 Ribu Barel Minyak per Hari, Ini Penggantinya!

M Robit Bilhaq • Selasa, 14 April 2026 | 09:21 WIB
Pemerintah percepat transisi energi dengan PLTS, kendaraan listrik, dan kompor listrik untuk hemat impor. (Radar Madiun)
Pemerintah percepat transisi energi dengan PLTS, kendaraan listrik, dan kompor listrik untuk hemat impor. (Radar Madiun)

RADARTUBAN - Prabowo Subianto selaku presiden Republik Indonesia, mematok target ambisius agar dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun mendatang Indonesia sepenuhnya menghentikan impor Bahan Bakar Minyak.

Langkah tersebut diawali dengan rencana besar untuk menonaktifkan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang selama ini menjadi penyumbang beban impor energi nasional sebesar dua puluh persen.

Pemerintah akan mengalihkan fokus pada pemanfaatan energi matahari sebagai solusi pengganti, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya secara masif di berbagai wilayah.

Baca Juga: India Pamer Bisa Tinggalkan Ketergantungan Senjata Impor, Targetkan Kemandirian Pertahanan

Selain itu, percepatan program transisi energi juga akan didorong melalui konversi kendaraan bermotor ke tenaga listrik serta perluasan penggunaan peralatan dapur berbasis listrik bagi masyarakat luas.

Presiden menjelaskan bahwa dengan berhentinya pembangkit berbahan bakar diesel, negara berpotensi mengamankan pasokan minyak sebanyak 200.000 barel setiap harinya.

Untuk mengisi celah pasokan energi tersebut, pemerintah telah berkomitmen untuk membangun infrastruktur tenaga surya untuk mengisi celah pasokan energi tersebut.

Infrastruktur tenaga surya tersebut berkapasitas mencapai seratus Giga Watt dalam waktu singkat.

Dalam sebuah acara di Magelang, Jawa Tengah, beliau menegaskan bahwa di masa depan penggunaan solar untuk pembangkit listrik di bawah naungan PLN tidak akan diizinkan lagi.

Terdapat 13 titik pembangkit diesel yang masuk dalam daftar penutupan demi menekan angka ketergantungan pada minyak luar negeri yang saat ini menyentuh satu juta barel per hari.

Efisiensi besar-besaran tersebut diyakini dapat membawa Indonesia menuju kemandirian energi total, di mana kebutuhan bahan bakar nasional tidak lagi bergantung pada fluktuasi pasar internasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan dukungannya dengan mengerahkan hasil riset perguruan tinggi untuk mempercepat implementasi teknologi sel surya sebagai substitusi bahan bakar fosil.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada percepatan konversi motor listrik karena sektor transportasi merupakan salah satu konsumen bahan bakar minyak terbesar saat ini.

Ketergantungan pada energi impor dinilai sangat membebani kondisi keuangan negara, terutama ketika harga komoditas dunia mengalami ketidakpastian yang tidak terduga.

Di sisi lain, peralihan ke kompor listrik juga dipandang krusial untuk menekan impor gas cair yang selama ini membebani anggaran belanja melalui skema subsidi yang sangat besar.

Melalui sinergi transisi energi ini, diharapkan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dan bangsa Indonesia benar-benar mampu berdiri tegak di atas kekuatan sumber daya energinya sendiri. 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#plts #prabowo subianto #impor #Bahan Bakar minyak