RADARTUBAN - PT PLN (Persero) mengkonfirmasi bahwa di seluruh Indonesia ketersediaan bahan bakar batu bara untuk keperluan pembangkit listrik saat ini berada dalam posisi yang sangat terkendali.
Hingga memasuki bulan April 2026, durasi operasional pembangkit yang didukung oleh cadangan batu bara nasional dilaporkan telah menyentuh angka 15,90 hari operasi.
Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa distribusi serta ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik milik negara tersebut dalam status stabil.
Dalam sebuah pertemuan bersama lembaga legislatif, Darmawan menyampaikan bahwa terjaganya angka hari operasi tersebut merupakan cerminan dari jaminan keamanan pasokan energi nasional.
Baca Juga: Dirut PLN Pastikan Listrik Aceh Pulih Total, 20 Gardu Induk Kembali Normal Pascabencana
Sehubungan dengan hal itu, pihak manajemen PLN menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan serta pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sinergi tersebut dianggap sangat krusial dalam mendorong tren peningkatan cadangan batu bara dari waktu ke waktu, yang pada akhirnya bertujuan untuk memperkokoh ketahanan listrik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Secara mendetail, tingkat ketahanan stok energi ini menunjukkan angka yang beragam di setiap daerah.
Di wilayah Kalimantan, cadangan energi tersebut mampu menyokong operasional hingga 22,47 hari, sementara untuk area Sumatra berada pada kisaran 16,23 hari.
Untuk wilayah Sulawesi, tercatat durasi ketahanan operasi berada pada level 13,12 hari.
Sementara itu, wilayah yang mencakup Jawa, Madura, dan Bali memiliki tingkat ketahanan operasional sekitar 10,31 hari.
Di kawasan Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara Timur, durasi operasi pembangkit tercatat berada pada angka 14,59 hari.
Yang menarik adalah, wilayah Indonesia bagian timur menunjukkan tingkat ketahanan pasokan yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Area Ternate dan Tidore melaporkan kesiapan cadangan hingga 27,28 hari, dan Jayapura menempati posisi tertinggi dengan ketahanan pasokan yang mencapai 47,95 hari operasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni