RADARTUBAN - Isu terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama beberapa mahasiswa di Universitas Indonesia saat ini sedang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Hal tersebut kemudian mengundang keprihatinan mendalam lantaran terdapat sebanyak 20 orang korban, yang terdiri dari kalangan mahasiswa, yang menyatakan bahwa mereka telah menyadari adanya tindakan pelecehan tersebut sejak tahun 2025.
Perkara tersebut menjadi sebuah peringatan keras bagi publik karena membuktikan bahwa lingkungan yang dinilai aman, menjunjung tinggi intelektual, serta memiliki reputasi besar sekalipun tidak terlepas dari risiko terjadinya pelanggaran norma.
Berikut ini adalah sejumlah jenis guyonan serta humor yang sebenarnya sudah masuk ke dalam kategori kekerasan seksual:
1. Catcalling
Ucapan seperti "hai cantik" atau "assalamualaikum" yang diberikan kepada perempuan yang tidak dikenal sekilas mungkin terlihat sebagai bentuk bersosialisasi yang sopan, tetapi tindakan tersebut adalah salah satu bentuk pelecehan verbal di area publik yang dikenal sebagai catcalling.
Bukannya dianggap sebagai sebuah sanjungan, sapaan tersebut justru kerap menimbulkan perasaan muak, cemas, hingga kemarahan pada diri korban.
Praktik catcalling membangun suasana yang tidak kondusif dan memberikan rasa intimidasi yang mengakibatkan korban merasa tidak nyaman, dipandang rendah, serta merasa terancam saat berada di ruang terbuka.
2. Gurauan Mengenai Fisik Perempuan
Kaum perempuan sangat sering dijadikan sasaran objektifikasi, di mana bagian tubuh mereka kerap seringkali dijadikan bahan candaan yang mengandung muatan seksual, terutama area payudara maupun bokong.
Berikut ini adalah beberapa contoh jenis gurauan yang juga tergolong sebagai bentuk pelecehan seksual:
"Hi neng, sini abang anterin pulang"
"Ih kamu makin 'berisi' ya, hati-hati banyak yang 'ngincer'"
"Kamu tadi pagi habis 'keramas' ya?"
"Kamu kalau pakai baju gitu bikin orang susah fokus deh"
"Kamu keliatan kayak yang jago nih soal begituan"
"Ah malu-malu aja, nanti juga mau"
"Ya wajar sih digituin, orang pakaiannya kayak gitu..."
"Pasti enak banget 'main' sama kamu...". (*)