RADARTUBAN – Pencarian terhadap Christopher Rustam, 21, mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan yang tenggelam di Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Jumat (17/4).
Keputusan tersebut diambil setelah tim gabungan SAR melakukan evaluasi bersama keluarga korban, yang telah menerima kondisi tersebut.
Baca Juga: Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Tim SAR Temukan Jenazah Pelatih Klub Valencia FC
Kronologi kejadian
Christopher dilaporkan hilang sejak Sabtu (11/4) saat berenang bersama teman-temannya di kawasan air terjun. Korban diduga mengalami kram dan tenggelam sebelum sempat meminta pertolongan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pos Danau Toba, BPBD Toba, Polsek Lumban Julu, TNI AL, serta relawan. Tim melakukan pencarian hingga kedalaman 45 meter, meski terkendala cuaca buruk seperti hujan dan kabut.
Koordinator Pos SAR Danau Toba, Erikson Gultom, menyatakan pencarian dihentikan pada pukul 17.00 WIB setelah tujuh hari upaya maksimal tidak membuahkan hasil.
“Keluarga sudah menerima keadaan ini. Setelah tujuh hari upaya maksimal dilakukan, kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Selanjutnya, tim akan memasuki tahap pemantauan. Jika ditemukan informasi valid, seperti keberadaan korban di permukaan, proses evakuasi akan segera dilakukan.
Pada Sabtu (18/4) pagi, keluarga korban bersama pihak Unika menggelar doa bersama yang dipimpin oleh Uskup Pangkal Pinang, dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian.
Kapolres Toba, AKBP Khairudin Sukriyatno, menjelaskan bahwa penghentian pencarian telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) SAR, yang membatasi operasi hingga tujuh hari apabila tidak ditemukan hasil.
Meski demikian, Erikson menegaskan bahwa operasi pencarian di Danau Toba memiliki tantangan tersendiri dibandingkan di laut, terutama terkait kondisi udara dan kedalaman perairan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama