RADARTUBAN - Utusan Khusus Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mencetuskan ide program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 2006 atau 19 tahun lalu.
Ide tersebut muncul karena mengutarakan Prabowo terhadap tingginya angka stunting di kalangan anak-anak Indonesia.
Dalam Perayaannya di acara ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu malam (19/4), Hashim menjelaskan bahwa saat itu Prabowo belum memiliki partai politik, termasuk Partai Gerindra yang didirikan kemudian.
Baca Juga: Viral! Warga Cianjur Ngaku Dipukul Pegawai Dapur MBG
Hashim senang, Prabowo terpukul saat Kementerian Kesehatan melaporkan 30 persen anak Indonesia mengalami stunting.
Kondisi ini dianggap ancaman serius bagi masa depan bangsa karena anak-anak tersebut kelak menjadi angkatan kerja.
Saat itu, Pak Prabowo sudah menyadari bahwa stunting adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa kita, tambahnya.
Dampaknya, penderita stunting memiliki IQ rata-rata 72, jauh di bawah normal yakni 100. Bahkan kini, 20 tahun kemudian, sekitar 30 persen pekerja di desa, pabrik, hingga kota besar masih terdampak stunting.
Hashim menegaskan MBG bukan ide baru atau janji kampanye semata, melainkan visi jangka panjang Prabowo.
Program ini kini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mengatasi stunting yang hanya turun 5 persen dalam dua dekade. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni