RADARTUBAN - Kasus dugaan keracunan massal santri akibat mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus bertambah hingga malam Minggu (19/4).
Korban yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing dilaporkan melebihi 100 orang, dengan sebagian dirujuk ke rumah sakit.
Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) As'adiyah di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Cholilluah, mengungkapkan bahwa lebih dari 100 santri di ponpesnya diduga terpapar keracunan.
Hingga malam itu, Cholilluah mencatat sekitar 35 santri dirawat, ditambah 7 orang lagi yang dirujuk. Sebelumnya, gejala ringan dialami banyak santri, namun kondisi memburuk sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: BGN Persilakan Polisi Proses Hukum SPPG yang Picu Keracunan atau Kurangi Kualitas Menu
Berdasarkan data yang dikutip dari sumber kompas.com terdapat 97 santri korban keracunan MBG. Sebanyak 67 orang menjalani perawatan jalan, sementara 24 lainnya dirujuk ke RSUD dr Moewardi atau rumah sakit lain di wilayah Grobogan.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Demak, Ali Muzani, menyatakan distribusi 550 porsi MBG dilakukan ke empat lembaga pendidikan pada Sabtu (18/4).
Laporan keracunan mulai masuk Minggu pagi, dengan 110 orang menunjukkan gejala dan 95 di antaranya dirawat di berbagai fasilitas kesehatan termasuk PKU Gubug.
MBG yang disalurkan oleh SPPG Desa Pilangwetan menjadi sorotan utama. Ali Muzani menunggu hasil uji laboratorium untuk mengonfirmasi penyebab pasti, sambil berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak.
Saat ini, semua korban mendapat perawatan medis yang memadai, meski jumlah kasus masih berpotensi bertambah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni