Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab, Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz

Siti Rohmah • Senin, 20 April 2026 | 15:36 WIB
Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz. (ANTARA)
Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz. (ANTARA)

RADARTUBAN - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan dua armadanya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Pelaksana tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di jalur pelayaran strategis tersebut yang masih sangat dinamis.

Dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, Vega menjelaskan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan otoritas terkait, guna membuka akses pelayaran sekaligus memastikan keselamatan awak kapal.

Baca Juga: Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Buntu

Menurutnya, PIS juga tengah menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) yang aman sebagai langkah antisipasi.

Ia menegaskan bahwa keselamatan kru, keamanan kapal, serta muatan menjadi prioritas utama perusahaan dalam situasi ini.

Pihaknya berharap kondisi di Selat Hormuz segera membaik sehingga kedua kapal dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (18/4) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke kondisi semula di bawah kendali angkatan bersenjata.

Baca Juga: Sinyal Perang di Selat Hormuz! Iran Ancam Serang Kapal Perang di Wilayahnya, Ketegangan dengan AS Memuncak

Pernyataan tersebut merujuk pada masih berlangsungnya blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.

Melalui komando gabungan yang dikutip kantor berita Tasnim News Agency, IRGC menyebut jalur perairan strategis itu kini berada dalam pengawasan ketat militer.

IRGC juga menegaskan bahwa selama Amerika Serikat belum sepenuhnya memulihkan kebebasan pelayaran menuju dan keluar dari Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam kontrol ketat dan belum mengalami perubahan signifikan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kapal #pertamina #teluk arab #selat hormuz