RADARTUBAN – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menemukan sebanyak 79 data peserta yang terindikasi anomali dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.
Temuan tersebut muncul pada hari pertama pelaksanaan ujian, Selasa (21/4), di Kampus C Unair Surabaya. Data peserta yang dianggap tidak wajar itu diperoleh dari Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Koordinator Pelaksana Pusat UTBK-SNBT Unair 2026, I Made Narsa, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang masuk dalam daftar anomali tersebut dijadwalkan mengikuti ujian pada hari pertama.
“Iya semuanya itu tes hari pertama. Anomali saja, datanya kok terlihat aneh,” ujarnya saat ditemui di Kampus C Unair.
Baca Juga: Syarat Daftar Ulang UTBK SNBT: Slip Gaji dan PBB Jadi Penentu Besaran Biaya Kuliah di UTBK SNBT 2025
Menurutnya, kejanggalan data terlihat dari ketidaksesuaian antara domisili peserta, pilihan kampus, dan lokasi ujian.
Sebagai contoh, terdapat peserta yang berdomisili di wilayah Indonesia Barat, memilih kampus di Jawa Tengah, namun justru mengikuti ujian di lokasi lain yang tidak berkaitan.
Kondisi ini dinilai patut dicurigai karena adanya kemungkinan peserta mencari lokasi ujian dengan tingkat pengawasan yang lebih longgar.
“Bisa jadi berpikir di daerah tertentu pengawasannya lebih lengah. Jadi dari pikiran normal, ini kok tidak sesuai, patut kita curigai sebagai anomali,” tambahnya.
Dari total 79 peserta tersebut, sebagian diketahui tidak hadir mengikuti ujian. Termasuk satu peserta perempuan yang sebelumnya diduga sebagai joki berdasarkan temuan panitia SNPMB.
Sementara itu, peserta yang tetap hadir menjalani ujian diawasi secara ketat melalui proses verifikasi data serta pencocokan wajah secara langsung di lokasi.
Hasil pengawasan di lapangan menunjukkan tidak adanya indikasi kecurangan. Panitia juga memastikan tidak ditemukan penggunaan alat bantu ilegal selama ujian berlangsung.
“Hasil pengawasan, tidak ada kamera atau alat lain yang digunakan. Semua masih sebatas dugaan. Bahkan satu nama yang diduga sebagai joki juga tidak hadir,” pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni