Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Hadir UTBK 2026, Peserta di Unair Diduga Gunakan Joki dengan Identitas Berbeda

Cicik Nur Latifah • Rabu, 22 April 2026 | 17:36 WIB
Seorang peserta UTBK hari pertama di Universitas Airlangga, diduga menyewa jasa joki. (YouTube @kemdiktisaintek)
Seorang peserta UTBK hari pertama di Universitas Airlangga, diduga menyewa jasa joki. (YouTube @kemdiktisaintek)

RADARTUBAN – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 mengungkap dugaan praktik perjokian pada hari pertama pelaksanaan UTBK-SNBT, Selasa (21/4). Temuan tersebut terjadi di sejumlah pusat UTBK, termasuk di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Unair, I Made Narsa, membenarkan adanya satu peserta yang dicurigai terlibat kecurangan. Peserta tersebut diduga mengikuti ujian menggunakan identitas milik orang lain.

“Benar ada satu orang, yang dia ikut UTBK 2025 dengan nama X, lalu ikut juga di 2026 dengan nama Y. Jadi, fotonya identik, tetapi namanya berbeda,” ujar Made saat ditemui di Kampus C Unair.

Menurutnya, modus yang digunakan adalah memodifikasi tampilan foto agar sulit dikenali sistem. Sementara identitas yang digunakan dalam pendaftaran diduga merupakan milik pihak yang menyewa jasa joki.

Baca Juga: Fakta Pengumuman UTBK SNBT 2025: Skor Tertinggi, Jumlah Lulus, dan Penerima KIP

Peserta tersebut sejatinya dijadwalkan mengikuti ujian sesi pertama di Ruang Komputasi 2, Gedung Nani, Kampus C Unair. Namun, yang bersangkutan tidak hadir saat pelaksanaan ujian berlangsung.

“Jadi mungkin dia sudah mendengar bahwa pusat UTBK Unair itu terkenal sangat ketat, dia tidak jadi hadir. Syukur lah dia tidak datang, sehingga tidak ada proses berkelanjutan,” kata Made.

Lebih lanjut, Made menjelaskan bahwa peserta tersebut tidak memilih Unair sebagai tujuan kuliah. Berdasarkan data pendaftaran, yang bersangkutan tercatat memilih Program Studi S1 Kedokteran di Universitas Brawijaya.

“Dia tempat ujiannya saja di Unair, tapi kuliahnya memilih universitas lain, kalau tidak salah Universitas Brawijaya, Fakultas Kedokteran,” jelasnya.

Terkait sanksi, Made menegaskan bahwa kewenangan untuk memberikan tindakan, termasuk kemungkinan blacklist, berada di tangan panitia pusat SNPMB, bukan di tingkat lokasi ujian.

Meski demikian, pihak Unair memastikan pengawasan selama UTBK berlangsung dilakukan secara ketat. Seluruh ruangan ujian dipantau melalui CCTV dan dilengkapi dengan metal detector guna mencegah berbagai bentuk kecurangan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#peserta UTBK-SNBT 2026 #UTBK-SNBT #joki #utbk #universitas airlangga