RADARTUBAN - Forum bisnis B57+ Asia Pacific Regional Chapter menargetkan sektor ekonomi halal sebagai motor penggerak utama Indonesia di panggung global.
Ketua Umum B57+ Asia Pacific Regional, Arsjad Rasjid, menegaskan potensi pasar halal dunia yang diproyeksikan mencapai 9,t triliun pada tahun 2030.
Arsjad Rasjid menyatakan, di tengah dinamika geopolitik saat ini, platform seperti B57+ krusial untuk membangun kepercayaan dan konektivitas bisnis.
Forum ini menghubungkan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan mitra non-OKI, fokus pada perdagangan dan investasi halal.
Baca Juga: Mulai Tahun Depan, UMKM Tanpa Sertifikat Halal di Tuban Terancam Sanksi dan Penarikan Produk
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta duta besar negara anggota B57+.
Diskusi menyoroti peran Indonesia sebagai pusat pertumbuhan halal global.
Ekonomi halal bukan hanya soal makanan, tapi mencakup gaya hidup berdasarkan kepercayaan, kualitas, dan integritas.
Sektor ini meliputi moda transportasi, kesehatan, logistik, hingga keuangan syariah yang diminati lintas budaya. Arsjad menyiarkan, tanpa kolaborasi terorganisir, potensi ini hanya jadi angka di kertas.
Indonesia, dengan posisi strategis di peta ekonomi Islam, siap jadi jembatan perdagangan dan investasi halal.
Upaya ini didukung pemerintah untuk mewujudkan manfaat ekonomi nyata bagi umat Islam dan non-Muslim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni