RADARTUBAN - Pagelaran Sabang Merauke kembali menggebrak panggung seni tanah air.
Akhir pekan lalu, ajang bergengsi ini memasuki babak final audisi yang digelar di Jakarta.
Dari ratusan peserta yang mendaftar, terpilih talenta-talenta terbaik yang siap menyatukan keberagaman budaya nusantara dalam satu harmoni pertunjukan.
Baca Juga: Pelaku Pemerkosa Warga Sabang Dihukum 119 Kali Cambuk
Saring Ratusan Peserta dari Puluhan Kota
Antusiasme seniman muda tanah air dalam ajang ini tergolong luar biasa. Tercatat, sebanyak 676 peserta dari 84 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia turut mendaftar.
Setelah melalui proses kurasi yang ketat, terpilihlah 50 finalis yang bersaing di babak final untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.
Nama-nama besar di industri hiburan dan seni turut andil sebagai penilai. Mulai dari penyanyi papan atas Raisa Andriana hingga sutradara kenamaan Rusmedi Agus.
Para juri tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman musik serta kekuatan konsep yang dibawakan oleh para peserta.
Persiapan Intensif Menuju Indonesia Arena
Dari tahap final ini, sebanyak 27 penari terpilih akan menjalani kawah candradimuka berupa pelatihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta.
Mereka dipersiapkan untuk tampil dalam produksi raksasa bertema Hikayat Srikandi Nusantara. Pertunjukan kolosal tersebut rencananya akan digelar pada Agustus mendatang di Indonesia Arena, Senayan.
“Kami tentu bangga karena dari tahun ke tahun peserta semakin meningkat, baik antusiasmenya maupun kualitasnya. Inilah yang membuat kami semakin optimis bahwa keindahan kebudayaan dan keberagaman ini pasti akan sangat menarik dalam kemasan Pagelaran Sabang Merauke nantinya,” ujar salah satu pihak penyelenggara.
Baca Juga: Jadi Agen BRILink, Wanita di Merauke Sukses Kembangkan Usaha hingga Perbaiki Ekonomi Keluarga
Wadah Profesional Seniman Daerah
Bagi para peserta, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan jembatan untuk meraih mimpi di panggung nasional. Yudha Mangemba, peserta asal Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali terlibat.
Dia berharap event serupa terus berlanjut sebagai wadah regenerasi pelaku seni.
“Acara-acara seperti ini sangat-sangat bagus, apalagi untuk pemuda-pemuda seperti kami yang ingin menyalurkan diri khususnya dalam bidang seni tari,” ungkap Yudha dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar pertunjukan, Pagelaran Sabang Merauke kini telah berkembang menjadi ekosistem budaya yang berkelanjutan.
Kehadirannya diharapkan mampu menjaga relevansi budaya nusantara di mata audiens masa kini, sekaligus memberikan panggung profesional bagi seniman dari berbagai pelosok daerah untuk bersinar di level nasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama