Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 7 Penumpang Masih Terjebak

Cicik Nur Latifah • Selasa, 28 April 2026 | 07:35 WIB
KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. (YouTube Trainspotter ID)
KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur. (YouTube Trainspotter ID)

RADARTUBAN – Proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung hingga Senin malam (27/4). Petugas gabungan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kepolisian, Basarnas, hingga tim medis masih bekerja di lokasi kejadian.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat insiden tersebut.

Dia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah evakuasi korban serta percepatan pemulihan operasional kereta.

“Kami masih melakukan investigasi terkait penyebab kejadian, termasuk pendataan perjalanan kereta yang terdampak. Informasi akan kami sampaikan secara berkala,” ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Kronologi Singkat: KRL Berhenti, Argo Bromo Menabrak dari Belakang

Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan terjadi di KM 28+920 emplasemen Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.52 WIB.

Insiden melibatkan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Peristiwa diduga bermula saat KRL berhenti di jalur setelah mengalami insiden di perlintasan sebidang dengan sebuah kendaraan. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan keras.

Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL.

29 Korban Dievakuasi, 6–7 Orang Masih Terjebak

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa hingga malam hari, sebanyak 29 korban telah berhasil dievakuasi.

Namun, masih terdapat sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga terjebak di dalam rangkaian kereta.

“Dari yang terlihat tadi, kemungkinan masih ada 6 sampai 7 korban. Kami berharap semuanya bisa segera dievakuasi,” ujarnya di lokasi.

Korban yang berhasil diselamatkan langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Proses evakuasi sendiri menghadapi kendala berat karena petugas harus memotong bagian kereta untuk mengeluarkan korban yang terjepit.

Baca Juga: Starlink Turunkan Ribuan Satelit demi Tekan Risiko Tabrakan di Orbit Bumi

Kesaksian Penumpang: Benturan Sangat Keras

Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan detik-detik mencekam saat kejadian.

Ia menuturkan bahwa KRL yang ditumpanginya sempat berhenti di jalur 1 dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cikarang.

Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan langsung menghantam bagian belakang kereta.

Benturan disebut sangat keras hingga bagian depan lokomotif menembus gerbong paling belakang.

Munir yang berada di gerbong keempat berhasil menyelamatkan diri, namun banyak penumpang di gerbong belakang terjebak dan mengalami luka.

240 Penumpang Argo Bromo Selamat, Operasional Dihentikan

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kondisi selamat.

Namun, perjalanan kereta tidak dapat dilanjutkan. KAI pun menghentikan sementara operasional kereta dari Jakarta, baik dari Stasiun Gambir maupun Pasar Senen.

Sebagai solusi, KAI menyediakan armada bus untuk mengangkut penumpang kembali ke Stasiun Gambir.

“Kami sudah menyediakan bus untuk membawa penumpang kembali ke Gambir,” jelas Anne.

Puluhan Penumpang KRL Dilarikan ke Rumah Sakit

Sementara itu, penanganan difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak langsung dalam insiden tersebut.

Tercatat sebanyak 38 penumpang KRL telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Seluruh proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tenaga medis.

KAI Fokus Keselamatan dan Pembaruan Informasi

Anne Purba menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini.

Ia juga mengakui kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dan keluarga penumpang.

KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan di lapangan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#argo bromo anggrek #stasiun bekasi timur #tabrakan #krl #bekasi timur