Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Kereta Dihentikan

Cicik Nur Latifah • Selasa, 28 April 2026 | 08:06 WIB
Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). (Istimewa)
Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). (Istimewa)

RADARTUBAN - Insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4) berdampak langsung terhadap operasional perjalanan kereta api.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 2 Bandung memutuskan untuk membatalkan sejumlah perjalanan sebagai langkah penanganan situasi.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa gangguan perjalanan dipicu oleh tabrakan antara kereta CommuterLine dengan kereta api jarak jauh di lokasi tersebut.

Akibatnya, perjalanan KA Parahyangan relasi Bandung–Gambir dan sebaliknya mengalami pembatalan sebagian, khususnya pada lintas Karawang–Gambir pulang-pergi.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Bekasi Timur: Taksi Xanh SM Tersenggol KRL, Berujung Tabrakan Argo Bromo

Ia merinci, KA Parahyangan nomor 139B yang berangkat dari Bandung pukul 19.25 WIB serta KA 140B dari Gambir pukul 23.05 WIB tidak melayani rute secara penuh akibat kondisi di lapangan.

KAI menegaskan bahwa pembatalan ini dilakukan demi mendukung proses penanganan insiden yang masih berlangsung. Keselamatan penumpang dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil.

Pihak KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, sekaligus menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

Dalam keterangan resminya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa saat ini seluruh upaya difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak kereta, serta penanganan rangkaian yang terdampak kecelakaan.

Selain itu, proses penanganan korban di lokasi kejadian juga terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Sebelumnya, KAI mengungkapkan bahwa insiden operasional terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur yang berada dalam Daerah Operasi 1 Jakarta dan berdampak luas terhadap perjalanan kereta.

Data sementara mencatat, empat penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sementara itu, sebanyak 38 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.

7 Penumpang Masih Terjepit, Basarnas Lakukan Pemotongan Gerbong 

Sementara itu, Tim Basarnas terus mengintensifkan upaya evakuasi terhadap penumpang yang masih terjebak akibat kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

Dalam proses penyelamatan tersebut, petugas terpaksa memotong bagian badan gerbong untuk mengeluarkan korban yang terjepit.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan guna mempercepat proses evakuasi di lokasi kejadian.

Ia menyebutkan, fokus evakuasi saat ini berada pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL.

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, terdapat sekitar enam hingga tujuh penumpang yang masih terjepit dan sedang diupayakan untuk diselamatkan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Bekasi Timur: Taksi Xanh SM Tersenggol KRL, Berujung Tabrakan Argo Bromo

Untuk mendukung operasi ini, Basarnas mengerahkan peralatan ekstrikasi berat. Proses evakuasi juga dipimpin langsung oleh Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo bersama Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika.

Insiden tabrakan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 dengan rute Gambir–Surabaya Pasarturi dan KRL, yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB di Stasiun Bekasi Timur.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa empat penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian ini. Selain itu, sebanyak 38 penumpang KRL telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RS Bantargebang untuk mendapatkan perawatan medis.

Di sisi lain, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, meski beberapa mengalami luka ringan akibat benturan.

Pihak KAI juga memastikan penumpang KA Argo Bromo Anggrek akan dikembalikan ke Stasiun Gambir. Selain itu, perusahaan menyatakan bertanggung jawab penuh atas penanganan korban serta proses pemulihan pascakejadian.

Untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi, KAI telah membuka posko di Stasiun Bekasi Timur serta menyediakan layanan call center di nomor 121. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#stasiun bekasi timur #kereta api #Kecelakaan