RADARTUBAN - Polres Probolinggo akhirnya mengungkap sindikat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang selama tiga tahun beroperasi di wilayah setempat.
Tujuh pelaku ditangkap setelah petugas menggerebek lokasi-lokasi penyimpanan mereka, menyita ribuan liter BBM dan sejumlah barang bukti penting.
Modus operandi sindikat ini cukup licik dengan memanfaatkan pompa elektrik untuk menyedot Pertalite langsung dari tangki kendaraan roda empat ke dalam jeriken.
Baca Juga: Harga BBM Dunia Meroket, Asia Tenggara Jadi Wilayah Paling Terdampak
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan puluhan barcode resmi Pertamina untuk membeli subsidi BBM dalam jumlah besar dari berbagai SPBU, sehingga lolos dari sistem pengawasan digital.
Dari penggerebekan, polisi mengamankan 1.575 liter Pertalite yang tersimpan dalam 45 jeriken, 20 barcode pembelian, tujuh unit mobil, serta dua pelat nomor palsu yang dipakai untuk mengelabui petugas SPBU.
Lokasi timbunan terletak di pinggir Jalan Rayaaiton Desa Sumberjo, Desa Kebagung Kecamatan Kraksaan, Desa Gelag Kecamatan Kuniran, dan Jalur Probolinggo-Situbondo di Pajangan, Kecamatan Gending.
Pelaku yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo diduga menjual subsidi BBM tersebut secara ilegal ke pasar gelap, menyebabkan antrean panjang di SPBU.
Kasus masih dikembangkan polisi untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum SPBU. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni