RADARTUBAN - Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), menanggapi terkait munculnya saran untuk pemindahan gerbong khusus perempuan ke area tengah rangkaian kereta.
Dalam keterangannya di Stasiun Bekasi Timur pada hari Rabu, Bobby menjelaskan bahwa keputusan penempatan gerbong di kedua ujung rangkaian tersebut didasari oleh pertimbangan berbagai faktor penting.
Pihak KAI menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak didasari oleh perbedaan standar keselamatan antara penumpang laki-laki dan perempuan.
Yang menjadi landasan utamanya adalah upaya untuk mencegah terjadinya tindakan pelecehan atau kekerasan seksual di dalam moda transportasi tersebut.
Selain itu, posisi di ujung rangkaian dianggap dapat memudahkan akses yang lebih baik bagi para penumpang wanita.
Selain itu, keberadaan petugas keamanan yang lebih dekat dengan area tersebut juga menjadi alasan krusial untuk memberikan perlindungan ekstra bagi penumpang.
Bobby menambahkan bahwa pengaturan posisi antara penumpang pria dan wanita tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mengoptimalkan kenyamanan dan juga menjamin keamanan selama perjalanan berlangsung.
Persoalan tersebut mencuat setelah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengeluarkan permohonan agar letak gerbong khusus wanita pada layanan KRL segera dievaluasi.
Saran tersebut muncul sebagai respons terhadap kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo dan Commuter Line di wilayah Stasiun Bekasi Timur.
Menteri PPPA mengusulkan agar posisi penumpang perempuan dipindahkan ke bagian tengah demi aspek perlindungan yang lebih baik pasca terjadinya insiden tersebut.
Dalam koordinasi sebelumnya, Arifatul mendapatkan penjelasan dari KAI bahwa penempatan gerbong wanita di bagian ujung dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan atau perebutan penumpang saat masuk ke dalam kereta.
Namun, Arifatul tetap mendorong agar dilakukan perubahan struktur rangkaian dengan meletakkan penumpang laki-laki atau gerbong campuran di bagian paling ujung, sedangkan area tengah sepenuhnya di sediakan bagi penumpang perempuan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni