RADARTUBAN - Melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Kementerian Luar Negeri saat ini sedang menangani insiden kecelakaan yang menimpa rombongan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi.
Heni Hamidah selaku Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, menjelaskan bahwa musibah tersebut terjadi pada Selasa, (28/4).
Insiden tersebut melibatkan dua bus dari kelompok terbang SUB-2 dan JKS-1 yang sedang dalam perjalanan pulang setelah kunjungan ke Jabal Magnet.
Dalam peristiwa tersebut, pihak kementerian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa, namun dilaporkan terdapat sepuluh orang jemaah yang mengalami luka-luka.
Sebanyak tujuh orang dari kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan tindakan medis.
Seluruh jemaah tersebut kini telah kembali ke penginapan mereka di Hotel Andalus Golden.
Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari kloter SUB-2.
Setelah mendapatkan perawatan medis, dua orang di antaranya sudah diizinkan kembali ke hotel.
Satu orang jemaah yang telah menginjak usia enam puluh tahun dikabarkan masih menjalani observasi medis lebih lanjut di Rumah Sakit Al-Hayyat Quba.
KJRI Jeddah berkomitmen untuk melakukan pemantauan secara terus menerus terkait perkembangan kesehatan para korban secara intensif.
Langkah koordinasi dengan otoritas setempat dan pihak perjalanan juga terus dilakukan demi memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan serta pendampingan yang maksimal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni