Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gubernur Sumut Tanggapi Isu Ancaman PHK Massal Karyawan PT TPL

Ika Nur Jannah • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:07 WIB
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasuiton tanggapi isu PHK massal PT TPL. (Instagram.com/@bobbynst)
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasuiton tanggapi isu PHK massal PT TPL. (Instagram.com/@bobbynst)

RADARTUBAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengancam 80 persen karyawan PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk. 

Potensi PHK ini muncul setelah pemerintah mencabut izin usaha pemanfaatan hutan (PBPH) perusahaan tersebut, yang berdampak pada penghentian operasional.

Bobby menyatakan telah berdiskusi berulang kali dengan pemerintah pusat, termasuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan, terkait masa depan pekerja PT TPL. 

Baca Juga: Demi Fokus AI, Meta Pangkas 10 Persen Karyawan Mulai 20 Mei 2026, Sekitar 8.000 Pekerja Terdampak PHK

Ia menyerahkan data karyawan kepada Perhutani karena pengelolaan kawasan hutan kini dialihkan ke badan usaha milik negara tersebut. 

Bobby mengatakan usai acara May Day di Gedung Bagan Sumatera Utara. Bahwa sudah menitipkan data para pekerja kemarin, agar semuanya terdata saat pengalihan pelaksanaan di lapangan. Semua pekerja harus tercatat

Manajemen PT TPL telah menyosialisasikan kebijakan PHK kepada karyawan pada 23-24 April 2026, dengan efektif berlaku mulai (12/5). 

Salomo Sitohang, Kepala Komunikasi Korporat PT TPL, mengonfirmasi sekitar 80 persen dari total karyawan berdasarkan laporan tahunan 2025 yang mencatat 1.149 orang berpotensi terdampak. 

Jumlah karyawan sempat berubah sejak penghentian operasional parsial pada Desember 2025, karena sebagian mencari pekerjaan lain.

Pencabutan PBPH dilakukan pemerintah sebagai mitigasi banjir bandang yang melanda Sumatera pada 2025, termasuk Sumatera Utara, disertai penghentian akses pengelolaan hutan dan penebangan kayu ekaliptus. 

PT TPL, produsen bubur kertas, menjadi salah satu dari 28 perusahaan yang terkena dampak. 

Sebelumnya, Bobby juga merekomendasikan penutupan operasional TPL akibat konflik agraria dengan masyarakat adat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#PT Toba Pulp Lestari #PT TPL #gubernur sumatera utara #Bobby Nasution #phk