RADARTUBAN - Fenomena El Nino "Godzilla" yang diprediksi melanda tahun 2026 berpotensi lebih ekstrem dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Timur, dengan 815 desa di 222 kecamatan dan 26 kabupaten terancam krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyatakan intensitas El Nino tahun ini lebih tinggi.
Baca Juga: Meski Hujan tapi Kekeringan Belum Usai, Dua Desa di Tuban Masih Bergantung pada Droping Air
Sehingga suhu udara naik dan durasi kemarau memanjang. bahwa berpotensi memperluas area kekeringan.
Ancaman ini tidak hanya mengganggu pasokan air bersih, tapi juga sektor pertanian dengan 921.000 hektare lahan berisiko kering.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan mitigasi sejak dini melalui Surat Edaran Gubernur Khofifah Indar Parawansa Nomor 500/10499/10/6.
Upaya fokus pada optimalisasi air irigasi dan pengoperasian 3.800 unit sumur bor, termasuk tambahan 1.800 unit dari Kementerian Pertanian.
Mitigasi dilakukan sejak awal untuk memastikan ketersediaan air. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni