RADARTUBAN - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang mempersiapkan terobosan baru berupa barcode tiga dimensi pada kemasan kosmetik guna memerangi peredaran produk palsu yang mengancam kesehatan konsumen.
Langkah ini diambil karena barcode dua dimensi yang ada sekarang masih rentan dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa nomor izin edar pada kemasan kosmetik saat ini sudah dilengkapi barcode 2D, tetapi teknologi itu belum cukup aman dari pemalsuan
"Saat ini, barcodenya masih dua dimensi. Namun, kami berencana mengembangkannya menjadi tridimensional, sehingga tidak dapat dipalsukan lagi," ungkap Taruna seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Waspada! BPOM Temukan Puluhan Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat
Dengan barcode 3D, BPOM berharap verifikasi keaslian produk menjadi lebih akurat dan sulit ditiru.
Sementara menunggu barcode 3D diterapkan, masyarakat diimbau untuk menyiapkan barcode pada kemasan menggunakan aplikasi resmi BPOM.
Jika hasil scan mengarah langsung ke situs BPOM, produk tersebut asli; sebaliknya, jika terhubung ke platform seperti Instagram atau Facebook, itu tanda produk ilegal.
Taruna menegaskan, Jika setelah menginstalnya, web yang muncul adalah situs lain, itu menandakan bahwa nomor tersebut tidak sah.
Pengembangan barcode 3D masih dalam tahap awal dan belum bisa langsung diterapkan karena menunggu perubahan regulasi di Badan Layanan Umum (BLU).
Meski begitu, inisiatif ini sejalan dengan upaya BPOM sebelumnya seperti penerapan barcode 2D untuk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik.
Konsumen didorong untuk tetap berhati-hati dengan memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal yang diberikan melalui fitur Cek Klik. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama