RADARTUBAN - Uang saku untuk ibadah haji menjadi salah satu hal penting yang wajib diperhitungkan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Selain biaya perjalanan utama yang telah dibayarkan melalui penyelenggara, calon jemaah juga perlu menyiapkan dana pribadi untuk kebutuhan harian selama menjalankan rangkaian ibadah.
Persiapan biaya haji reguler yang matang akan membantu jemaah lebih fokus beribadah tanpa khawatir soal pengeluaran mendadak.
Baca Juga: Nomor 7 dan 10, Penanda Jalan Jemaah Haji Tuban ke Baitullah
Banyak calon jemaah juga kerap bertanya soal dana dam haji serta apakah perlu membawa kartu ATM internasional sebagai cadangan selama berada di Arab Saudi.
Berikut rincian lengkap yang perlu diketahui terkait persiapan haji ke Arab Saudi agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
Kisaran Uang Saku untuk Ibadah Haji Reguler
Untuk jemaah haji reguler asal Indonesia, masa tinggal di Arab Saudi umumnya berlangsung sekitar 40 hingga 45 hari.
Selama periode tersebut, kebutuhan dasar seperti konsumsi biasanya sudah ditanggung oleh penyelenggara resmi.
Namun, jemaah tetap perlu menyiapkan dana tambahan untuk kebutuhan pribadi.
Besaran ideal uang saku untuk ibadah haji umumnya berada di kisaran 1.500 hingga 5.000 Saudi Riyal atau SAR.
Nominal tersebut setara sekitar Rp6,5 juta hingga Rp22 juta, tergantung kurs yang berlaku saat penukaran.
Jika kebutuhan hanya untuk makan tambahan, membeli kartu internet, mencuci pakaian, atau transportasi lokal seperlunya, dana sekitar 1.500 hingga 2.500 SAR biasanya cukup.
Namun bila ingin membeli oleh-oleh dalam jumlah besar, kebutuhan dana tentu lebih tinggi.
Karena itu, memahami biaya haji reguler secara menyeluruh sangat penting sebelum keberangkatan.
Memahami Mata Uang SAR saat Haji
Banyak calon jemaah yang belum familiar dengan istilah SAR.
SAR adalah singkatan dari Saudi Arabian Riyal.
Mata uang ini merupakan alat transaksi resmi di Arab Saudi.
Sebagai gambaran, 1 SAR biasanya setara Rp4.300 hingga Rp4.500, tergantung kurs harian.
Jika membawa 2.000 SAR, nilainya setara sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta.
Mengetahui konversi ini akan memudahkan persiapan haji ke Arab Saudi.
Calon jemaah juga bisa lebih mudah memperkirakan kebutuhan harian selama di Tanah Suci.
Jangan Lupakan Dana Dam Haji
Selain uang saku pribadi, jemaah juga harus memperhatikan dana dam haji.
Dam wajib dibayarkan oleh jemaah yang menjalankan haji tamattu, yang umum dilakukan oleh jemaah Indonesia.
Biaya dam biasanya berkisar antara 480 hingga 720 SAR.
Jika dirupiahkan, nilainya sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Nominal ini dapat berubah menyesuaikan kebijakan resmi di Arab Saudi.
Karena itu, dana dam haji sebaiknya dipisahkan dari uang kebutuhan harian.
Langkah ini membuat pengeluaran lebih terkontrol.
Persiapan ini juga menjadi bagian penting dalam persiapan haji ke Arab Saudi.
Perlukah Membawa ATM Internasional?
Penggunaan ATM internasional sebenarnya tidak wajib.
Banyak jemaah tetap nyaman hanya membawa uang tunai.
Meski begitu, kartu ATM internasional bisa menjadi cadangan saat kondisi darurat.
Kartu ini berguna jika uang tunai habis atau ada kebutuhan mendesak.
Sebelum berangkat, pastikan fitur transaksi internasional telah aktif.
Cek pula limit tarik tunai serta biaya administrasinya.
Strategi yang paling aman adalah membawa uang tunai secukupnya dan menyimpan kartu sebagai cadangan.
Cara ini cukup efektif untuk mendukung persiapan haji ke Arab Saudi.
Total Dana Aman yang Sebaiknya Disiapkan
Jika digabungkan, kebutuhan uang saku untuk ibadah haji dan dana dam haji idealnya berada di kisaran Rp12 juta hingga Rp18 juta.
Jumlah ini dinilai aman untuk mayoritas jemaah reguler.
Besaran tersebut tentu bisa disesuaikan dengan gaya pengeluaran masing-masing.
Yang terpenting, perencanaan biaya haji reguler dilakukan sejak jauh hari.
Dengan begitu, calon jemaah bisa menjalani ibadah lebih tenang.
Persiapan matang akan membuat fokus tetap terjaga pada tujuan utama, yaitu menjalankan ibadah dengan khusyuk selama berada di Tanah Suci. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni