RADARTUBAN– Komitmen investasi non-APBN untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp 72,39 triliun.
Angka-angka tersebut dipamerkan Otorita IKN sebagai pencapaian terbaru pendanaan IKN hingga pertengahan Mei 2026.
Dari total komitmen investasi tersebut, terdapat delapan perusahaan asing yang berasal dari enam negara berbeda.
Investor negara-negara tersebut antara lain China, Korea Selatan, Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Rusia, dan Singapura.
Baca Juga: Investor Korea Selatan Merintis Investasi Rp 1,15 T di IKN untuk Hotel dan Apartemen
Ke delapan perusahaan asing ini telah menyatakan kesediaan resmi untuk berinvestasi di IKN. Investor-dari enam negara tersebut merupakan bagian dari gelombang investasi terbaru yang masuk ke otoritas IKN.
Pencapaian Rp 72,39 triliun ini menunjukkan minat serius investor internasional terhadap proyek transfer ibu kota Indonesia.
Enam negara investor tersebut mewakili berbagai sektor pembangunan yang diperlukan di IKN, mulai dari infrastruktur, energi terbarukan, hingga perumahan.
Otorita IKN terus mendorong terwujudnya komitmen investasi tersebut agar dapat segera bernakai dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni