RADARTUBAN - Olahraga selancar ombak (surfing) Indonesia baru saja mencatatkan tinta emas di tingkat internasional berkat prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh atlet muda berbakat, Dhea Novitasari.
Peselancar asal Pacitan, Jawa Timur ini sukses menobatkan dirinya sebagai perempuan pertama dari Indonesia yang berhasil menembus sekaligus mengukir sejarah prestasi di panggung kejuaraan dunia selancar yang dinaungi oleh lembaga tertinggi World Surf League (WSL).
Perjalanan karier Dhea untuk mencapai titik tertinggi ini tidak didapatkan dengan cara yang instan.
Baca Juga: Tiga Bulan Kandas, Kapal MT Abigail W Masih Terjebak di Pantai Panduri Tuban
Tumbuh besar di wilayah pesisir yang dikelilingi oleh karakteristik ombak besar, ia telah mendedikasikan sebagian besar waktu hidupnya untuk berlatih secara keras dan disiplin.
Mulai dari menaklukkan gulungan ombak lokal di Pantai Kuta, Bali, hingga jatuh bangun menghadapi berbagai rintangan ekstrem di laut lepas, seluruh pengorbanan dan dedikasi tinggi tersebut akhirnya berbuah manis dengan pengakuan resmi di level kompetisi global.
Dalam ajang kejuaraan bergengsi tersebut, Dhea tampil memukau dengan menunjukkan teknik penguasaan papan selancar yang luar biasa, ketahanan fisik yang prima, serta kemampuan membaca pergerakan arus ombak secara jeli.
Keberaniannya menerjang ombak-ombak raksasa tidak hanya berhasil mengundang decak kagum dari para juri internasional, tetapi juga sukses menyisihkan deretan peselancar papan atas lainnya yang berasal dari berbagai negara yang secara historis memang mendominasi olahraga air ini.
Keberhasilan Dhea Novitasari menembus jajaran elit dunia ini membawa dampak perubahan yang sangat besar bagi peta perkembangan olahraga selancar di tanah air.
Selama ini, olahraga selancar profesional di Indonesia didominasi oleh para atlet pria.
Prestasi memukau yang ditunjukkan oleh Dhea menjadi sebuah dobrakan besar sekaligus bukti nyata bahwa atlet perempuan Indonesia memiliki potensi dan daya saing yang setara untuk bersaing memperebutkan gelar juara di tingkat tertinggi dunia.
Pencapaian bersejarah ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi generasi muda, khususnya bagi para peselancar perempuan di Indonesia, agar tidak ragu untuk mengejar mimpi di dunia olahraga profesional.
Dukungan penuh dari pemerintah, organisasi olahraga terkait, serta masyarakat luas kini sangat dibutuhkan agar jalur regenerasi atlet selancar nasional dapat terus berjalan berkelanjutan, sehingga Indonesia bisa melahirkan lebih banyak lagi talenta berbakat yang siap mengharumkan nama bangsa di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni