Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sepekan di Pulau Jawa, Jawa Timur Masuk Status Siaga

Tulus Widodo • Kamis, 21 Mei 2026 | 10:43 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem.
Ilustrasi cuaca ekstrem.

RADARTUBAN – Cuaca di Pulau Jawa diprediksi belum akan bersahabat dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 20 hingga 26 Mei 2026.

Pemicunya bukan faktor biasa. BMKG menjelaskan Monsun Australia masih belum stabil dan memicu perlambatan serta belokan angin di sekitar wilayah Jawa. 

Di saat bersamaan, aktivitas gelombang Rossby yang bergerak dari timur ke barat juga sedang aktif di sekitar Pulau Jawa.

Kombinasi dua faktor atmosfer itu membuat potensi cuaca ekstrem meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Suhu Tuban Capai 30 Derajat hingga Malam, BMKG Waspadai Kemarau Kering

Jawa Timur dan Jawa Barat Masuk Status Siaga

Dalam peta peringatan BMKG, wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat masuk kategori siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Sementara wilayah Banten, Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada status waspada hujan sedang hingga lebat.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat memicu berbagai dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi dan kelistrikan.

 

Cuaca Makin Sulit Diprediksi

Fenomena cuaca beberapa bulan terakhir memang terasa semakin tidak menentu. 

Saat sebagian wilayah seharusnya mulai memasuki musim kemarau, hujan deras justru masih sering turun dengan intensitas tinggi.

Perubahan pola atmosfer global membuat transisi musim menjadi semakin sulit diprediksi. 

Dalam kondisi seperti ini, hujan tidak lagi sekadar gangguan harian, tetapi bisa berubah menjadi ancaman serius jika masyarakat lengah.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Padatnya Ibadah Picu Gangguan Kesehatan Jemaah Haji Tuban di Madinah

Terlebih wilayah-wilayah padat penduduk di Pulau Jawa masih sangat rentan terhadap banjir cepat akibat buruknya drainase dan tingginya kepadatan permukiman.

BMKG Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan disertai petir dan angin kencang.

Satu hal yang kini mulai terasa jelas: cuaca ekstrem bukan lagi peristiwa musiman biasa, tetapi sudah menjadi ancaman nyata yang bisa datang lebih cepat dan lebih keras dari perkiraan banyak orang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Hujan lebat #cuaca #BMKG #Cuaca Ekstrem