RADARTUBAN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengenang masa sekolahnya yang penuh keterbatasan setelah menonton film Children of Heaven versi Indonesia.
Dalam acara nonton bareng (nobar) yang digelar MD Pictures di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5), ia teringat saat dirinya hanya memiliki sepasang sepatu seperti kisah Ali dan Zahra dalam film tersebut.
Film karya sutradara Hanung Bramantyo itu mengangkat kisah haru kakak beradik, Ali dan Zahra, yang harus berbagi satu pasang sepatu demi tetap bisa sekolah.
Cerita tersebut mengigatkan kenangan masa kecil Abdul Mu'ti yang tumbuh sederhana di kampung.
Baca Juga: Bela MBG, Mendikdasmen Jelaskan Anggaran Pendidikan Tidak Dipangkas
Pria berusia 57 tahun itu menceritakan secara langsung pengalaman masa kecilnya yang penuh keterbatasan ekonomi.
“Saya berasal dari desa, dan sepatunya dulu hanya satu,” ungkap Abdul Mu'ti setelah sesi nonton.
Ia melanjutkan, sepatu itu hanya digunakan seminggu sekali di sekolah, khususnya saat ada kegiatan Pramuka. Di luar hari itu, dia tidak mengenakan sepatu ke sekolah.
"Sepatu itu saya gunakan seminggu sekali di sekolah, khususnya saat ada kegiatan Pramuka. Di luar hari itu, saya tidak mengenakan sepatu ke sekolah," lanjutnya.
Pada kesempatan lain, Abdul Mu'ti meminta maaf jika ceritanya terdengar mendramatisasi, padahal itu adalah realitas kehidupan yang ia alami.
Abdul Mu'ti menilai film Children of Heaven versi Indonesia bukan sekadar tontonan keluarga, tetapi juga memiliki pesan mendalam bagi dunia pendidikan.
Menurutnya, film ini menghadirkan pesan tentang semangat, ketulusan, optimisme, serta mengingatkan guru untuk lebih berempati dan tidak mudah menghakimi murid. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama