Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jejak Judi Online di Balik Top-Up QRIS Anak-Anak di Toko Kelontong

Ika Nur Jannah • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:34 WIB
Diduga anak-anak judi online dengan top up qris di toko kelontong. (pinterest.com)
Diduga anak-anak judi online dengan top up qris di toko kelontong. (pinterest.com)

RADARTUBAN - Di balik transaksi top-up game yang tampak biasa di toko kelontong, muncul gambaran bakal adanya jejak judi online yang diam-diam menyasar anak-anak. 

Agen pembayaran mulai waspada terhadap pola transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh pelajar SD hingga SMP.

Rini,  seorang agen pembayaran di toko kelontongnya, menceritakan bahwa anak-anak tersebut umumnya menggunakan akun e-wallet milik orang tua mereka untuk melakukan top-up. 

Besaran pengisian saldo bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000, meski terkadang ada yang mengisi dengan nominal lebih besar.

“Anak-anak SD sampai SMP kebanyakan top-up untuk game, seperti Roblox, Free Fire, dan Mobile Legends. Mereka langsung menggunakan kode top-up,” ungkap Rini. Seperti dikutip dari sumber kompas.com.

Baca Juga: Polri Pulangkan 9 WNI Korban TPPO dari Kamboja, Dipaksa Jadi Admin Judi Online dan Alami Kekerasan

Kecurigaan agen pembayaran muncul karena semakin sulit membedakan transaksi biasa dengan aktivitas yang berpotensi mengarah ke perjudian online. 

Pola transaksi yang dilakukan anak-anak ini mulai menunjukkan anomali yang diterima oleh para pelaku usaha mikro.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa hampir 200.000 anak di Indonesia telah terpapar judi online, dengan sekitar 80.000 di antaranya berusia di bawah 10 tahun.

Kasus di toko kelontong ini menjadi peringatan bagi orang tua dan pelaku usaha untuk lebih waspada terhadap transaksi digital yang dilakukan anak-anak.

karena di balik top-up game yang tampak tidak berbahaya, bisa saja terselip jejak judi online yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#top-up game #toko kelontong #judi online