Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menhan Ungkap Prajurit TNI Berpatisipasi Aktif Dalam Kegiatan Keagamaan Jadi Imam dan Penceramah di Kampung-Kampung

Ika Nur Jannah • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:38 WIB
Menhan saat dampingi Presiden Prabowo taklimat kepada 1.095 perwira TNI Bandung. (Instagram @sjafrie.syamsoeddin)
Menhan saat dampingi Presiden Prabowo taklimat kepada 1.095 perwira TNI Bandung. (Instagram @sjafrie.syamsoeddin)

RADARTUBAN - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan wajah prajurit TNI lain yang ditempatkan di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (BTP). 

Prajurit-prajurit tersebut tidak hanya bertugas sebagai garda pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat di kampung-kampung.

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI pada 19 Mei 2026, Sjafrie menceritakan bahwa prajurit TNI di berbagai daerah kini juga menjadi imam, khatib, dan penceramah di masjid-masjid. 

Beberapa bahkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan di gereja dan mengajar anak-anak di sekolah-sekolah lapangan.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tugaskan TNI Kelola Pertanian, Swasembada Pangan Dikebut Hingga Tahun 2029

Namun, prajurit kita yang tergabung dalam satu batalyon berjumlah 1.190 orang, terdiri dari mereka yang berasal dari pesantren, serta mereka yang memahami peran spiritualawan non-Muslim.

"Tapi prajurit kita yang satu batalyon itu 1.190 orang itu terdiri dari mereka yang dari pesantren, dan bagaimana rohaniawan non muslim," pungkasnya

Sjafrie menambahkan bahwa sejumlah prajurit aktif terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat. 

Beberapa di antaranya menjadi khatib dan imam di masjid, sementara yang lain berpartisipasi dalam aktivitas sosial keagamaan bersama warga.

"Itu masuk ke gereja bersama sama masyarakat, bersama sama dengan masyarakat adat di masjid bisa jadi khatib dan imam di masjid. Jadi masyarakat mesra hangat dengan batalyon teritorial ini,” tutur Sjafrie.

Sjafrie menargetkan pembentukan 150 batalyon setiap tahunnya. Khusus untuk Pulau Jawa, ia memastikan seluruh kabupaten akan terkawal pada tahun 2026. 

Rencana jangka panjangnya adalah membentuk 750 Batalyon Pembangunan Teritorial di seluruh kabupaten Indonesia selama lima tahun ke depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#BTP #TNI #menteri pertahanan