Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik Meski Rupiah Tembus Rp 17.877 per Dolar AS

Siti Rohmah • Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:49 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (YouTube Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (YouTube Setpres)

RADARTUBAN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh Rp 17.877 per dolar AS.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026.

“Untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan tidak naik hingga akhir tahun,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Baca Juga: BBM Naik Gila-Gilaan, Operasional Bus Si Mas Ganteng Tuban Terancam

Selain menjamin stabilitas harga, pemerintah juga memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan berada di atas batas minimal cadangan operasional nasional yang ditetapkan selama 23 hari.

“Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal,” kata Yuliot.

Ia menambahkan, pasokan BBM nonsubsidi secara nasional juga masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam menghadapi tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri serta mempercepat pengembangan kapasitas kilang nasional.

“Produksi di dalam negeri kami dorong untuk peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kami sudah siapkan,” ujarnya.

Saat ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.700 hingga Rp 17.800 per dolar AS. Kondisi tersebut terjadi meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diakses Jumat, kurs dolar AS tercatat mencapai Rp 17.877 per dolar.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM subsidi tetap aman meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 tercatat sebesar 117,31 dolar AS per barel.

Menurut Bahlil, rata-rata ICP sejak Januari 2026 masih berada di kisaran 80 hingga 81 dolar AS per barel sehingga belum melewati batas asumsi yang dikhawatirkan memengaruhi harga BBM subsidi.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80–81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” ujar Bahlil.

Ia kembali menegaskan pemerintah tetap menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

“Insya-Allah sampai akhir tahun,” kata Bahlil.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#esdm #biosolar #nilai tukar rupiah #pertalite #harga bbm subsidi