Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dorong UMKM Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta hingga April 2026

Ardian Ananto • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:54 WIB
Pelaku UMKM mengikuti pelatihan digital melalui platform LinkUMKM BRI. (BRI)
Pelaku UMKM mengikuti pelatihan digital melalui platform LinkUMKM BRI. (BRI)

RADARTUBAN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital LinkUMKM.

Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM tercatat telah memanfaatkan platform tersebut untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan mempercepat proses naik kelas.

Seiring perkembangannya, LinkUMKM tidak hanya menjadi sarana pembelajaran digital, tetapi juga ekosistem pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini, LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

Baca Juga: Butuh Dana Cepat untuk Berbagai Kebutuhan? BRI Multiguna Karya Bisa Cair dalam 1 Hari

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan LinkUMKM hadir untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, khususnya terkait keterbatasan akses informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan usaha.

"Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya. LinkUMKM juga dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka," ujarnya.

Menurutnya, penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya BRI dalam memperkokoh ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk membangun ekonomi mandiri sekaligus memperkuat sektor UMKM nasional.

Dilengkapi Ratusan Modul Pelatihan

Akhmad menjelaskan, LinkUMKM dilengkapi berbagai fitur terintegrasi yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Melalui platform tersebut, UMKM dapat mengikuti pelatihan secara daring dengan materi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan sehingga lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam pengelolaan usaha.

Salah satu fitur unggulan yang tersedia adalah UMKM Smart. Fitur ini memberikan rekomendasi pengembangan usaha berdasarkan hasil penilaian mandiri yang dilakukan pelaku usaha.

Selain itu, terdapat fitur Self-Assessment Naik Kelas yang membantu pelaku UMKM mengukur kapasitas bisnis melalui sistem skoring digital. Dari hasil penilaian tersebut, pengguna akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai kategori usahanya, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Untuk memperkuat proses pembelajaran, LinkUMKM juga menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup kompetensi teknis maupun nonteknis.

"Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya. Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya," kata Akhmad.

Baca Juga: BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026

Bantu UMKM Perluas Jaringan Usaha

Ke depan, BRI akan terus memperluas dukungan bagi pelaku UMKM melalui penyediaan akses pembelajaran, pendampingan, hingga perluasan akses pasar yang terhubung dalam satu ekosistem.

Melalui penguatan ekosistem digital dan program pemberdayaan yang terintegrasi, BRI berkomitmen mendorong UMKM agar semakin adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Manfaat LinkUMKM juga telah dirasakan oleh pelaku usaha di berbagai daerah. Salah satunya Shinta Paramarti, pemilik KainIndonesia.co asal Jakarta Timur yang menjadikan kain tradisional Indonesia sebagai fondasi utama produknya.

Seiring perkembangan bisnis, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari toko offline, marketplace, hingga social commerce dengan jangkauan pasar lokal hingga ekspor.

Melalui LinkUMKM, Shinta memperoleh akses pembelajaran yang membantu memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.

"Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang," tegasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan UMKM BRI dapat diakses melalui platform LinkUMKM maupun situs resmi BRI. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#akses pasar #nasional #BRI #UMKM