Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BEM SI Beri Tenggat 18 Hari, Mensesneg: Perbaikan Ekonomi Tidak Bisa Diselesaikan Seketika

Ika Nur Jannah • Selasa, 9 Juni 2026 | 11:04 WIB
Menteri sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (Instagram @prasetyo_hadi)
Menteri sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (Instagram @prasetyo_hadi)

RADARTUBAN - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi ultimatum yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang meminta pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia dalam 18 hari.

Prasetyo menyatakan bahwa Istana telah menerima aspirasi dari para mahasiswa tersebut dan menyambutnya sebagai masukan kepada pemerintah. 

“Tentunya kamu menerima aspirasi ini sebagai masukan tentunya kepada pemerintah,” ungkap Prasetyo.

Terkait dengan ultimatum 18 hari dari mahasiswa, Prasetyo menekankan bahwa tidak semua hal dapat diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan. 

Ia menjelaskan bahwa permasalahan ekonomi merupakan isu yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan jangka waktu yang ditentukan pihak tertentu.

Baca Juga: Tak Siap Mental dan Ekonomi, Banyak Pasangan Menikah Muda di Tuban Berakhir Cerai

Ultimatum tersebut disampaikan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI setelah nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp 18 Ribu per dolar Amerika Serikat. 

Dalam aksi bertema “Rupiah Sekarat Rakyat melarat” di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah pada Jumat (5/6), mereka memberikan jangka waktu 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian.

Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama menyampaikan bahwa jangka waktu tersebut diberikan sebagai tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki keadaan ekonomi. 

" Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah mencapai Rp18.000, kami memberikan jangka waktu 18 hari memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia,” kata Kailani dalam aksi tersebut.

Prasetyo memastikan pemerintah saat ini sudah bekerja keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian nasional. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menangani berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ultimatum #mensesneg #bem si #ekonomi #nilai tukar rupiah melemah