RADARTUBAN - Pemerintah resmi memutuskan menambah program Bantuan Pangan (Banpang) pada tahun 2026 sebanyak tiga bulan. Keputusan ini diambil setelah kedatangan musim kemarau di Indonesia.
Sebelumnya, Bantuan Pangan direncanakan hanya disalurkan dalam dua bulan, yaitu antara Februari hingga Juni 2026. Dengan penambahan ini, program akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa penambahan bantuan ini dilakukan seiring dengan datangnya musim kemarau di Indonesia.
Dia memastikan bantuan pangan beras 10 kg akan disebar pada Juli 2026.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran
Kebijakan ini menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat yang berpotensi terkena dampak kerusakan harga pangan dan memasuki musim paceklik.
“Pemerintah menugaskan Bulog untuk lebih lanjut program Bantuan Pangan 3 bulan kepada 33 juta keluarga akan dimulai pada bulan Juli 2026,” ungkap Zulhas.
Diperkirakan total bantuan yang akan disalurkan dalam periode tiga bulan itu mencapai sekitar 1 juta ton beras.
Zulhas menegaskan, penyaluran bantuan beras tambahan ini tidak dilakukan secara beruntun selama tiga bulan yakni Juli, Agustus, dan September.
Bantuan beras yang akan diberikan sebanyak 10 kilogram untuk periode tiga bulan kepada sekitar 33,24 juta masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan dari Kementerian Sosial.
“Hampir 33,5 juta ton, sedikit kurang, jika dikalikan tiga bulan, berarti totalnya sekitar satu juta ton,” ungkap Zulhas.
Zulhas memastikan bantuan tersebut tidak akan berdampak pada stok beras yang tersedia di negara tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni