RADARTUBAN - Penguatan mata uang dolar AS yang kerap memicu gejolak ekonomi global membuat banyak negara di Asia Tenggara mulai memutar otak.
Ketergantungan yang tinggi pada mata uang Paman Sam tersebut dinilai menciptakan ketidakpastian besar bagi stabilitas perdagangan domestik.
Merespons tantangan ini, sebuah terobosan kerja sama bilateral yang unik dan berani baru saja disepakati oleh Indonesia dan Filipina.
Kedua negara tetangga ini sepakat untuk melakukan transaksi perdagangan luar negeri tanpa menggunakan mata uang dolar AS sama sekali.
Alih-alih memakai instrumen keuangan konvensional, Indonesia dan Filipina memilih kembali ke sistem fundamental yang ramah di tengah krisis, yaitu sistem kerja sama perdagangan barter komoditas secara langsung.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Juventus–Roma Siapkan Barter Ndicka–Koopmeiners Musim Panas Ini
Dilansir dari laporan ekonomi antaranews.com, kesepakatan ini melibatkan komoditas unggulan dari masing-masing negara. Indonesia akan mengirimkan pasokan bijih besi dalam jumlah besar ke Filipina.
Sebagai gantinya, pihak Filipina akan membayar kiriman tersebut dengan menyuplai bahan baku tekstil berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri sandang yang ada di tanah air. Langkah taktis ini saling menguntungkan bagi penguatan produksi dalam negeri kedua pihak.
Sistem barter ini menjadi salah satu implementasi nyata dari semangat dedollarization atau pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS di kawasan regional.
Dengan mengeliminasi penggunaan mata uang asing dalam transaksi berskala besar, kedua negara bisa menghemat cadangan devisa dan terhindar dari kerugian akibat fluktuasi nilai tukar kurs dunia.
Pola perdagangan inovatif ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi negara-negara ASEAN lainnya untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan secara mandiri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni