Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BRI Siapkan Buyback Rp 500 Miliar untuk Hadapi Tekanan Global

Ardian Ananto • Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:16 WIB
BRI yang siap melakukan buy-back besar-besaran.
BRI yang siap melakukan buy-back besar-besaran.

RADARTUBAN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Langkah ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan sekaligus prospek pertumbuhan jangka panjang yang dinilai masih kuat.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, buyback dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Baca Juga: BRI Sambut Positif Dukungan Pasar Modal, Fundamental Kuat Dorong Kepercayaan Investor

Menurutnya, harga saham BBRI saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kinerja maupun potensi bisnis perusahaan.

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Dhanny.

Program buyback akan berlangsung selama tiga bulan, yakni mulai 12 Juni hingga 11 September 2026.

Pelaksanaan aksi korporasi tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026.

Pendanaan buyback juga akan mengikuti ketentuan dalam POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Perseroan memastikan pembelian saham dilakukan pada harga yang dinilai wajar dengan tetap mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.

Dhanny menjelaskan, keputusan buyback diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang masih membayangi pasar keuangan global.

Mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari negara berkembang yang turut menekan pasar modal Indonesia.

Meski demikian, BRI memastikan aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun operasional perusahaan.

“Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan,” tegasnya.

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026 setelah buyback, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI diproyeksikan tetap kuat di level 22,86 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,37 persen.

Angka tersebut menunjukkan BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat mitigasi risiko.

Baca Juga: Transformasi Sukses, BRI Raih Penghargaan Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026

Saham hasil buyback nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dhanny menegaskan, sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta para pemangku kepentingan.

“Implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG),” pungkasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#BRI #saham #buyback