RADARTUBAN - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhamad Nas, menegaskan bahwa kehadiran personel TNI dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta Pusat bukanlah untuk menangani demonstran secara langsung.
Pengerahan anggota TNI tersebut murni atas permintaan pihak Kepolisian untuk memberikan bantuan.
"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu," jelas Nas.
Nas menjelaskan bahwa personel TNI hadir sebagai dukungan tambahan jika aparat Polri mengalami kesulitan dalam mengendalikan situasi di lapangan.
Baca Juga: BEM UI Bentangkan Poster Peringatan Sangat Darurat, Ini Lima Tuntutan dalam Demo di Bundaran HI
Kehadiran mereka tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas polisi sebagai penegak hukum dalam menangani demonstrasi.
"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisan. Artinya, tetap Polisi berada di garis depan," ungkapnya.
Silidakan prinsip yang sama, Nas juga menegaskan bahwa TNI tidak akan menggantikan peran Polri dalam pengamanan unjuk rasa.
Mekanisme pengerahan personel TNI sesuai dengan prosedur resmi yaitu atas permintaan dan bersifat perbantuan dari Polri.
Dengan klarifikasi dari Mabes TNI ini, narasi bahwa TNI menggantikan fungsi Polri dalam pengamanan demonstrasi dapat dijelaskan bahwa kehadiran tentara semata-mata sebagai bentuk dukungan atas permintaan kepolisian untuk menjaga ketertiban umum dan stabilitas. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama