Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kembali Mangkir di Kasus Kuota Haji, KPK Tagih Bukti Alasan Bos Maktour

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 16 Juni 2026 | 18:12 WIB
Bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur (FHM), memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. (Ridwan/ JawaPos.com)
Bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur (FHM), memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. (Ridwan/ JawaPos.com)

RADARTUBAN— Lagi-lagi mangkir dari panggilan KPK pada Senin (15/6), bos Maktour Fuad Hasan Masyhur beralasan sedang tidak enak badan dan minta pemeriksaannya ditunda.

Namun, alasan sakit ini tidak ditelan mentah-mentah oleh tim penyidik. KPK justru meragukan klaim tersebut dan langsung menantang pihak Fuad untuk menunjukkan bukti medis yang sah.

Fuad Hasan sebenarnya dijadwalkan bersaksi terkait sengkarut dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024. Sayangnya ia mangkir, dan kali ini KPK ogah menelan mentah-mentah alasan yang disodorkan oleh bos travel haji tersebut.

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, penyidik tidak tinggal diam dan langsung menagih bukti sakit dari Fuad Hasan.

Baca Juga: Raffi Ahmad Ungkap Kronologi Bertemu Blueray Cargo hingga Namanya Muncul di Sidang KPK

Langkah ini diambil agar KPK punya dasar yang kuat sebelum memutuskan untuk menjadwal ulang pemeriksaannya.

"FHM mengaku tidak enak badan lagi, makanya absen. Sekarang penyidik sedang meminta bukti medis yang sah untuk mendukung alasan itu," kata Budi Prasetyo di Gedung KPK, Senin (15/6).

Tercatat, Fuad Hasan sudah dua kali mangkir sejak Selasa (2/6) lalu. KPK menegaskan akan melihat bukti-bukti tersebut terlebih dahulu sebelum memutuskan kapan akan menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

Menurut Budi, pemeriksaan Fuad Hasan tidak bisa ditawar lagi demi mengusut tuntas kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. 

Fuad sendiri diduga kuat mengetahui seluk-beluk penyaluran haji khusus periode tersebut.

KPK pun mendesak Fuad untuk kooperatif memenuhi panggilan berikutnya. Sebab, bagaimanapun juga, kesaksiannya di hadapan penyidik sangat menentukan arah penyelesaian kasus ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bos maktour fuad hasan masyhur #KPK #korupsi kuota haji