Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Golkar Ungkap Harapan Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran-AS Damai

Ika Nur Jannah • Rabu, 17 Juni 2026 | 12:57 WIB
Sekjen Partai Golkar, Sarmuji saat mewakili ketum Bahlil membuka musda ke-XI partai golkar. (Instagram @m.sarmuji)
Sekjen Partai Golkar, Sarmuji saat mewakili ketum Bahlil membuka musda ke-XI partai golkar. (Instagram @m.sarmuji)

RADARTUBAN - Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Golkar M Sarmuji mengungkapkan harapannya agar harga minyak dunia segera menurun setelah tercapai kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

"Kami berharap kesepakatan damai ini segera berdampak pada penurunan harga minyak dunia yang selama ini terdampak oleh eskalasi konflik dan penutupan selat Hormuz," ujar Sarmuji.

Sarmuji menyampaikan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran dapat segera memberikan dampak positif berupa penurunan harga minyak dunia, yang selama ini terpengaruh oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Ia juga menyingung bahan bakar minyak (BBM) dari APBN sudah membengkak.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Bisa Sentuh 150 Dolar AS

"Harga minyak yang tinggi membebani APBN kita melalui subsidi BBM yang membengkak, menekan daya beli masyarakat, dan menambah tekanan inflasi. Normalisasi harga energi dunia adalah kepentingan langsung rakyat Indonesia," jelasmya.

Sarmuji menilai Golkar menyambut baik pengumuman atas tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Penurunan harga ini memicu harapan bahwa kapal-kapal yang sebelumnya terjebak di Teluk dapat kembali berlayar, sehingga pasokan minyak global bisa pulih secara bertahap.

Meringankan APBN dan Perbaikan Fiskal

Selain berharap harga minyak turun, Sarmuji juga menekankan bahwa penurunan harga minyak dunia dapat meringankan APBN dan mendorong perbaikan fiskal untuk rakyat.

"Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pemerintah harus bergerak cepat dan terukur untuk mengonversi perdamaian ini menjadi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia," tambahnya.

Partai Golkar melihat kesepakatan damai ini sebagai langkah positif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia, khususnya dalam hal pengurangan beban impor minyak dan stabilitas harga energi domestik.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, dan ketegangan di wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan fluktuasi harga minyak global.

Kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan membuka harapan bahwa pasokan minyak dari Timur Tengah mungkin akan kembali mengalir secara normal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bbm #harga minyak dunia #iran #Partai Golkar #Amerika Serikat