Nasihat tersebut disampaikan Gibran saat tayangan di YouTube @Gibran Tv pada Selasa (16/6).
Ia menegaskan bahwa teknologi ini tidak seharusnya dijadikan alasan untuk bersikap malas dalam belajar.
"Oleh sebab itu, kepada adik-adik pelajar, saya ingin kalian memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan untuk membuat kalian malas," ujar Gibran
Baca Juga: Ultah ke-79 Megawati, Gibran Rakabuming Kirim Hadiah Anggrek Ungu Raksasa dan Mawar Merah Putih
Gibran mengingatkan bahwa generasi muda tidak bisa lagi berpangku tangan atau sekadar menyaksikan perkembangan AI. Sebaliknya, mereka harus berperan aktif dan menguasai teknologi tersebut.
"Serta memberikan contoh kasus yang membuat murid lebih bisa menyerap materi, sehingga bapak Ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh aspek humanis dan karakter siswa," jelasnya.
Gibran juga menekankan bahwa AI bisa membantu mengejar ketertinggalan.
"AI bisa membantu mengejar ketertinggalan kita, namun penguasaan teknologi ini tidak boleh membuat kita kehilangan daya kritis. Gunakan AI Untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kita kemampuan berpikir kalian sendiri," tambhnya.
Ia juga mengatakan AI canggih yang sekarang Sifatnya Open Source.
"Kabar baiknya banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka bisa diakses siapa saja. Ini kesempatan emas bagi talenta paket Indonesia," Tuturnya
Gibran juga menegaskan Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian tetapi sebuah kepastian.
"Ditangan yang menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian tetapi sebuah kepastian," Lanjut Gibran
Namun ia juga ingin berbicara mengenai guru dan orang tua. Gibran menilai ada rasa canggung atau mungkin kekhawatiran melihat teknologi yang berkembang begitu cepat.
"Tapi saya harap para guru tidak pernah menyerah untuk meningkatkan kemampuan diri. Menguasai AI akan memiliki kekuatan super untuk mendidik dengan lebih efektif," Ujar Gibran
AI Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas
Menurut Gibran, AI dapat membantu guru dalam menyelesaikan tugas administratif, merumuskan pertanyaan, memberikan penjelasan yang lebih mudah dipahami, dan menarik minat siswa.
"Orang tua juga sama kita juga perlu mendampingi anak-anak kita Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi," pungkasnya
Ia mengingatkan pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas
Gibran juga menyoroti perlunya etika dalam penggunaan teknologi AI agar tidak disalahgunakan.
"Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain. Kuasai teknologinya, pegang penuh etikanya, mari jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, cerdas, dan lebih bermanfaat. Selamat belajar selamat berinovasi," sambungnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni