RADARTUBAN - Bupati Karo Antonius Ginting memberikan tanggapan serius terhadap permintaan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk mengambil tindakan tegas terhadap pungutan liar (pungli) di kawasan pemandian air panas Sidebuk-debuk, Desa Doulu, Semang Gunung.
Bobby sebelumnya mengajukan dua alternatif, salah satunya menghentikan seluruh pengumpulan retribusi secara langsung dari pengunjung di objek wisata tersebut.
Menganggapi hal ini, Antonius menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo, bersama dengan Forkopimda (Keamanan, Polisi, TNI, Satpol), bersedia melakukan edukasi kepada masyarakat dan berusaha menjadikan wisata air panas di Doulu Semang Gunung sebagai destinasi unggulan.
Baca Juga: Bobby Nasution Geram, Tolak Teken Proyek Rp 484 Miliar karena Perencanaan Tak Jelas
Ia menyatakan bahkan kesiapannya untuk berkantor di lokasi agar masalah serupa tidak terulang.
“Kami siap berkantor di sana selama 24 jam,” ungkap Antonius.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan Gubernur Sumut di Kantor Gubernur Sumut pada hari Kamis (18/6).
Antonius menambahkan bahwa ia diberikan waktu dua hari untuk melaksanakan opsi yang disarankan oleh Bobby.
“Kami diberi waktu oleh Pak Gubernur untuk memberikan jawaban tertulis hingga Senin 21/6, jadi selama periode ini hingga jawaban tertulis selesai, tidak ada pungutan di kawasan pemandian air panas,” jelas Antonius.
Selama periode tersebut, ia memastikan tidak akan ada pungutan di objek wisata tersebut, dan bersama TNI, Polisi, serta Satpol akan berjaga sepanjang waktu untuk meningkatkan kelas wisata Karo.
Gubernur Sumut menawarkan dua opsi, Pertama yakni menghentikan seluruh penarikan retribusi secara langsung kepada pengunjung sebagai gantinya retribusi tersebut dibebankan kepada pelaku usaha di kawasan tersebut melalui penyesuaian harga tiket masuk pemandian, biaya penginapan, parkir, dan layanan lainnya.
Opsi kedua yaitu memperlakukan retribusi kepada pengunjung, tetapi dengan pengelolaan yang lebih ketat dan manajemen yang lebih baik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni