Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Minta Himbara Turunkan Bunga Kredit UMKM, Jangan Lebih Tinggi dari Korporasi

Siti Rohmah • Minggu, 21 Juni 2026 | 12:37 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani (Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memberikan suku bunga kredit yang lebih rendah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dibandingkan korporasi besar.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat kepada jajaran pimpinan Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM yang juga menjabat CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan Presiden menyoroti masih adanya praktik pemberian bunga kredit UMKM yang setara bahkan lebih tinggi dibandingkan bunga yang diterima perusahaan besar.

Baca Juga: Prabowo Minta Erick Thohir Benahi Kompetisi Sepak Bola Nasional demi Lolos Piala Dunia

"Presiden menegaskan bahwa pelaku UMKM seharusnya memperoleh suku bunga yang lebih rendah. Kebijakan ini penting agar manfaat pembiayaan benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan menengah," ujar Rosan dalam konferensi pers usai pertemuan.

Dalam agenda tersebut, Presiden menerima Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, serta Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy.

Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan Danantara, termasuk Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selain mendorong penurunan bunga kredit UMKM, Presiden juga mengingatkan bank-bank pelat merah agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha dan penyaluran pembiayaan.

Menurut Rosan, Prabowo menilai perbankan Himbara memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar Rp 1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Himbara dinilai berperan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Presiden meminta bank-bank milik negara mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah, termasuk penguatan sektor pangan yang menjadi fondasi penting bagi kemandirian bangsa.

Prabowo juga menekankan pentingnya membangun perekonomian nasional yang mandiri dan berdaya saing melalui dukungan sektor perbankan, khususnya Himbara.

"Perbankan Himbara memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam menyediakan pembiayaan, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan keberhasilan kebijakan pembangunan ke depan," kata Rosan menjelaskan arahan Presiden.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#UMKM #Bank Mandiri #BNI #prabowo