Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Transformasi Besar GBK Dimulai, Prabowo Ingin Lahirkan Ikon Ekonomi Baru Jakarta Modern

Tulus Widodo • Selasa, 23 Juni 2026 | 16:13 WIB
GBK akan dikembangkan jadi pusat ekonomi modern berbasis sport tourism. (ISTIMEWA)
GBK akan dikembangkan jadi pusat ekonomi modern berbasis sport tourism. (ISTIMEWA)

RADARTUBAN – Ada pesan besar di balik pemanggilan sejumlah menteri ke Istana Merdeka, Senin (22/6). Bukan sekadar membahas aset negara atau renovasi kawasan olahraga. 

Presiden Prabowo Subianto ternyata sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih ambisius: mengubah kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi pusat ekonomi baru yang mampu bersaing di level internasional.

Rencana tersebut diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, usai mengikuti rapat bersama Presiden.

Menurut Rosan, arahan Presiden sangat jelas. Pengembangan tidak berhenti pada revitalisasi Hotel Sultan yang selama ini menjadi sorotan publik, melainkan mencakup seluruh kawasan GBK seluas sekitar 200 hektare.

“Presiden mengarahkan agar pengembangan kawasan GBK dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta,” kata Rosan dikutip dari setneg.go.id.

Baca Juga: FIFA Series 2026: GBK Dipastikan Siap, Indonesia Bidik Sukses Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional

Bukan Sekadar Stadion, Tapi Kota Ekonomi Baru

Selama puluhan tahun, GBK identik dengan olahraga, konser musik, dan berbagai acara nasional. 

Namun di tangan pemerintahan Prabowo, kawasan strategis di jantung Jakarta itu diproyeksikan naik kelas menjadi pusat aktivitas ekonomi modern.

Rosan menjelaskan pengelolaan kawasan nantinya dapat melibatkan sejumlah BUMN strategis seperti InJourney dan Meru setelah seluruh proses administrasi yang dikoordinasikan Kementerian Sekretariat Negara rampung.

Yang menarik, pemerintah tampaknya tidak ingin membangun proyek yang sekadar megah secara fisik. Fokusnya adalah menciptakan dampak ekonomi nyata.

Hotel Sultan Tetap Ada, Tapi dengan Wajah Baru

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Rosan memastikan fungsi perhotelan tetap menjadi bagian dari kawasan tersebut.

“Fungsi hotel tetap ada, namun dikembangkan dalam konsep yang lebih komprehensif sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus memberi sinyal bahwa transformasi GBK bukan proyek penghapusan fungsi lama, melainkan reposisi kawasan agar lebih produktif.

Sport Tourism Jadi Senjata Baru

Ada satu kata kunci yang terus muncul dalam rencana besar ini: sport tourism.

Pemerintah melihat GBK memiliki modal yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. 

Lokasi premium, fasilitas olahraga lengkap, serta daya tarik Jakarta sebagai ibu kota bisa menjadi kombinasi kuat untuk menarik wisatawan olahraga dari berbagai negara.

Namun tantangan sesungguhnya bukan membangun gedung baru. Tantangannya adalah memastikan proyek raksasa ini tidak berhenti sebagai konsep megah di atas kertas. 

Jika berhasil dieksekusi dengan tata kelola yang transparan dan profesional, GBK berpotensi berubah dari sekadar kompleks olahraga menjadi etalase ekonomi modern Indonesia di mata dunia. 

Sebaliknya, jika salah arah, proyek ini hanya akan menambah daftar panjang ambisi besar yang gagal menghasilkan dampak maksimal bagi rakyat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#transformasi GBK #Pusat ekonomi #gbk #presiden prabowo subianto #gelora bung karno